
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli dalam acara Kick Off Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch I 2026, Rabu, 8 April 2026 (Foto: dok. Kemnaker)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli resmi memulai (kick-off) Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I Tahun 2026. Program yang menyasar lulusan SMA dan SMK sederajat ini diikuti oleh lebih dari 10 ribu peserta dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Yassierli menegaskan, pelatihan vokasi merupakan program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta mempercepat penyerapan tenaga kerja. Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan total 70.000 peserta yang seluruh biayanya ditanggung oleh APBN.
"Untuk Batch I dimulai serentak sejak 1 April 2026. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tercatat ada 29.850 pendaftar melalui platform Skillhub pada tahap pertama ini," ujar Yassierli, dilansir dari laman Kemnaker, Kamis, 9 April 2026.
Seleksi Ketat dan Jalur Afirmatif
Dari puluhan ribu pendaftar, sebanyak 10.405 peserta dinyatakan lolos seleksi. Rinciannya, 5.833 orang melalui jalur seleksi reguler dan 4.572 orang melalui jalur kerja sama afirmatif dengan mitra industri serta masyarakat.
Para peserta kini tersebar di berbagai titik pelatihan, meliputi 21 Balai Latihan Kerja (BLK) pusat, 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Binalavotas, serta 46 BLK Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
Yassierli menjelaskan, sistem pelaksanaan serentak ini bertujuan agar akses peningkatan kompetensi dapat dirasakan secara adil dan merata oleh para pencari kerja di seluruh pelosok negeri.
"Dengan sistem yang serentak ini, kita ingin memastikan setiap pencari kerja memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensinya,” ujar Yassierli.
50 Persen Peserta Sudah Dipesan Industri
Salah satu capaian membanggakan pada Batch I ini adalah tingginya angka keterserapan. Sekitar 50 persen dari total peserta sudah memiliki komitmen penempatan kerja (ikatan kerja) dengan industri bahkan sebelum pelatihan berakhir.
"Ini mencerminkan adanya link and match yang kuat antara materi pelatihan vokasi dengan kebutuhan riil di dunia industri," tambahnya.
Untuk menunjang kenyamanan belajar, Kemnaker memberikan beragam fasilitas gratis bagi peserta, di antaranya Pelatihan tanpa dipungut biaya; Konsumsi (makan siang) dan bantuan uang transportasi; Perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM); Sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi dari BNSP; serta Fasilitas asrama bagi pelatihan di lokasi tertentu.
“Dukungan ini penting agar para peserta bisa fokus meningkatkan skill mereka tanpa harus memikirkan beban biaya dasar selama proses belajar berlangsung,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
