
dok. Kemenhaj
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir serta penguatan integritas bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah.
Hal tersebut disampaikan Irfan Yusuf saat memberikan arahan dalam kegiatan Pembinaan ASN Kementerian Haji dan Umrah RI yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.

Dalam arahannya, Menhaj menilai pembentukan kementerian baru menuntut sistem kerja yang lebih profesional, efisien, dan kolaboratif. Ia meminta seluruh jajaran meninggalkan pola kerja lama yang lamban dan terkotak-kotak agar birokrasi mampu bergerak lebih cepat dan berorientasi pada hasil.
Menurutnya, integritas menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan layanan haji dan umrah yang menyangkut amanah negara dan umat.
“Penyelenggaraan haji dan umrah adalah amanah suci. Tidak boleh ada penyimpangan ataupun konflik kepentingan yang dapat merusak kepercayaan publik,”kata Irfan Yusuf dalam keterangan tertulis, Senin, 19 Januari 2026.
Ia menambahkan, seluruh kebijakan dan program kementerian harus berfokus pada kepentingan jemaah, khususnya dalam memastikan kemudahan layanan, kepastian proses, kenyamanan, serta keselamatan selama pelaksanaan ibadah.
Untuk mendukung hal tersebut, Menhaj mendorong peningkatan kapasitas ASN, baik dari sisi teknis, manajerial, maupun pemanfaatan teknologi digital.
“Penguatan tata kelola melalui sistem digital terintegrasi sangat penting, mulai dari tahap perencanaan hingga pertanggungjawaban, agar governance semakin baik,”jelasnya.
Menhaj juga mengingatkan bahwa setiap tahapan penyelenggaraan ibadah haji memiliki tingkat krusial yang tinggi, mulai dari proses pelunasan biaya hingga kesiapan petugas di lapangan.
“Seluruh tahapan merupakan satu kesatuan proses yang tidak bisa dipisahkan. Kelalaian kecil sekalipun dapat berdampak besar terhadap pelayanan dan citra negara,”ungkapnya.
Mengakhiri arahannya, Menhaj mengajak seluruh ASN Kementerian Haji dan Umrah untuk menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, serta menjadikan pelayanan kepada jemaah sebagai bentuk ibadah.
Dengan komitmen bersama, ia berharap penyelenggaraan haji dan umrah ke depan dapat berlangsung semakin transparan, akuntabel, dan mampu memenuhi harapan masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews
