TVRINews, Jakarta
Kementerian imbau jemaah jaga stamina dan kesehatan menjelang puncak ibadah di Tanah Suci.
Kementerian Haji dan Umrah mengumumkan bahwa seluruh tahapan pemberangkatan jemaah haji asal Indonesia menuju Arab Saudi telah selesai dilaksanakan. Seiring dengan berkumpulnya seluruh jemaah di Tanah Suci, otoritas kini memusatkan perhatian dan sumber daya pada kesiapan logistik menjelang puncak ibadah haji di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Berdasarkan data operasional paling mutakhir, gelombang kedatangan ini mencakup 202.551 jemaah yang terbagi dalam 527 kelompok terbang (kloter), didampingi oleh 2.098 petugas.
Selain jalur reguler, sebanyak 16.596 jemaah yang menggunakan visa haji khusus dilaporkan telah mendarat di Arab Saudi.
"Seluruh fase pemberangkatan dari tanah air berjalan lancar dan telah selesai. Fokus operasional kami saat ini sepenuhnya diarahkan untuk mematangkan persiapan di Armuzna, yang meliputi akomodasi tenda, distribusi konsumsi, manajemen transportasi, fasilitas kesehatan, hingga skema perlindungan jemaah," ujar Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, dalam keterangan resminya yang dikutip Minggu 24 Mei 2026.
Ketertiban Akomodasi dan Regulasi Atribut
Guna memastikan kelancaran pergerakan jemaah di area Armuzna yang padat, kementerian menetapkan regulasi ketat terkait tata tertib pemukiman tenda.
Maria menegaskan agar Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) mematuhi aturan penempatan resmi dan melarang keras pemasangan identitas kelompok dalam bentuk apa pun di area tenda.
"Atribut, spanduk, atau penanda visual milik KBIHU yang ditemukan terpasang di tenda Arafah maupun Mina akan segera ditertibkan oleh petugas di lapangan.
Pihak yang melanggar akan dikenakan sanksi tegas sesuai dengan regulasi yang berlaku," kata Maria menambahkan. Langkah ini diambil demi menjaga keteraturan dan mencegah kebingungan di antara ratusan ribu jemaah.
Transparansi Pembayaran Dam dan Imbauan Kesehatan
Di sisi lain, otoritas memberikan apresiasi atas meningkatnya kepatuhan jemaah terkait pemenuhan kewajiban kurban atau dam. Tahun ini, tercatat sebanyak 145.341 jemaah telah menunaikan pembayaran dam secara resmi.
Dari total tersebut, mayoritas jemaah, yakni sebanyak 102.364 orang, menyalurkan pembayaran langsung di Arab Saudi melalui platform Adahi, sementara 38.992 jemaah lainnya menyelesaikan proses pembayaran melalui mekanisme domestik di Indonesia.
Menurut pihak kementerian, tingginya angka partisipasi ini mencerminkan penguatan kesadaran publik terhadap tata cara ibadah yang aman, tertib, dan akuntabel.
Menjelang fase krusial Armuzna yang menuntut stamina fisik tinggi, jemaah diimbau untuk memprioritaskan istirahat, menjaga pola makan, serta memastikan kecukupan hidrasi tubuh. Mengingat kondisi lingkungan yang dinamis, jemaah juga diminta hanya membawa barang bawaan esensial seperti dokumen identitas, obat-obatan pribadi, perlengkapan pelindung cuaca, dan alas kaki yang memadai.
Kementerian juga menekankan pentingnya solidaritas antarjemaah di lapangan. Masyarakat dan petugas diharapkan saling mengawasi dan segera memberikan pertolongan atau melaporkan kepada posko terdekat jika menemukan jemaah yang tersesat atau mengalami kelelahan fisik.










