
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan percepatan pembangunan 1.301 unit rumah hunian modular bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera terus dilakukan agar dapat ditempati sebelum Lebaran 2026.
Menurut Dody, penyediaan hunian tetap menjadi prioritas pemerintah dalam tahap pemulihan pascabencana, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga pemulihan kehidupan warga.
“Hunian ini bukan sekadar bangunan fisik. Ini adalah bagian dari upaya memulihkan kehidupan masyarakat agar bisa kembali merasa aman dan nyaman,” ujar Dody dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (20/2/2026).

Ia menambahkan, percepatan dilakukan melalui penguatan koordinasi lapangan serta pengaturan pola kerja konstruksi agar target penyelesaian akhir Februari 2026 dapat tercapai.
Berdasarkan data Kementerian hingga 9 Februari 2026 pukul 15.00 WIB, progres rata-rata pembangunan telah mencapai 47 persen. Dari total 1.301 unit yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, sebanyak 1.056 unit berada di Provinsi Aceh dan 245 unit di Provinsi Sumatera Utara.
Di Aceh, pembangunan menunjukkan kemajuan signifikan di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Aceh Tamiang, Tahap I sebanyak 84 unit telah rampung 100 persen, sedangkan Tahap II yang terdiri dari 156 unit telah mencapai lebih dari 80 persen. Pembangunan 228 unit di Kabupaten Bener Meriah telah melampaui 55 persen, sementara 360 unit di Kabupaten Aceh Utara mendekati 50 persen. Adapun progres di Kabupaten Pidie Jaya dan Kota Subulussalam terus dipercepat.
Sementara itu, di Sumatera Utara, pembangunan terpusat di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, sebanyak 245 unit yang tersebar di 21 blok dengan progres mendekati 30 persen.
Dody menjelaskan, percepatan dilakukan dengan menyiasati kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Pekerjaan struktur dan eksterior kami optimalkan saat cuaca mendukung, bahkan hingga malam hari. Untuk interior tetap berjalan meski hujan, sehingga produktivitas tetap terjaga,” katanya.
Dalam pembangunan hunian tersebut, Kementerian PU menerapkan metode konstruksi modular dengan sistem Modular Lite (MOLI) yang memungkinkan pemasangan lebih cepat tanpa alat berat dan cocok diterapkan di lokasi dengan akses terbatas.
“Sistem modular ini efisien, minim limbah konstruksi, serta tetap memenuhi standar ketahanan, termasuk tahan gempa. Kami optimistis seluruh hunian dapat segera diserahterimakan agar masyarakat bisa kembali menempati rumah yang layak,” pungkas Dody.
Editor: Redaktur TVRINews
