
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat ada sebanyak 85 barang milik korban kecelakaan kereta api pada Senin, 27 April 2026 telah ditemukan. Hal tersebut, diungkapkan oleh Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
“Dari jumlah tersebut, 38 barang sudah berhasil diserahkan kembali kepada pemiliknya, sementara 47 barang lainnya masih dalam proses penyerahan,” kata dia pada Kamis, 30 April 2026.
Selain itu, barang-barang yang ditemukan oleh petugas evakuasi di rangkaian Commuter Line No. 5568A kini telah diamankan oleh petugas Passenger Service di Stasiun Bekasi Timur untuk didata lebih lanjut.
Ia menuturkan, bagi penumpang maupun keluarga yang merasa kehilangan barang agar segera mendatangi Stasiun Bekasi Timur dan menghubungi layanan Lost and Found untuk proses pengambilan.
“Kami memastikan setiap tahapan pemulihan dilakukan secara cermat dan terukur demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga,” ucapnya.
Tak hanya itu, ia memastikan jika seluruh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) kembali beroperasi normal pada Kamis, 30 April 2026 hari ini. Selain itu, meski proses pemulihan layanan masih berlangsung secara bertahap, tetapi tidak ada pembatalan perjalanan.
Ia menuturkan, dalam masa penyesuaian operasional, sejumlah perjalanan masih berpotensi mengalami keterlambatan.
Namun, pengaturan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan serta kelancaran perjalanan penumpang.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya memulihkan layanan sekaligus memastikan hak pelanggan tetap terpenuhi.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Dalam proses pemulihan ini, kami memohon pengertian apabila perjalanan masih mengalami kelambatan. KAI terus berupaya agar layanan kembali berjalan lancar dan hak pelanggan tetap terpenuhi,” ujar Anne.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Contact Center KAI 121, menggunakan aplikasi Access by KAI, atau melalui media sosial resmi KAI.
Editor: Redaksi TVRINews
