
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Dalam satu pekan terakhir, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persatuan antara ulama dan umara sebagai fondasi perdamaian dan kemakmuran bangsa. Hal ini ia ungkapkan, saat menghadiri Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masa Khidmat 2025-2030 di Masjid Istiqlal Sabtu, 7 Februari 2026 kemarin
“Bangsa yang makmur tercipta ketika pemimpin agama dan pemerintahan bersatu, menjaga perdamaian demi kemajuan rakyat,” kata Presiden.
Berikut rangkuman kegiatan penting sepanjang pekan:
Senin, 2 Februari 2026 – Rakornas Pusat-Daerah dan Gerakan ASRI

Foto: Presiden Prabowo saat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul, Bogor pada Senin, 2 Februari 2026
Presiden membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, menekankan bahwa seluruh pejabat negara wajib bekerja untuk kepentingan rakyat, berlandaskan keadilan, kejujuran, dan pemahaman sejarah bangsa.
Dalam kesempatan ini, Presiden juga memperkenalkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) untuk mengatasi persoalan sampah secara nasional. Tahun ini, pemerintah akan membangun 34 proyek waste to energy di seluruh kota besar, serta program “gentengisasi” untuk mempercantik lingkungan permukiman.
Selasa, 3 Februari 2026 – Gotong Royong dan Silaturahmi

Foto: Pertemuan pimpinan ormas islam dan pesantren pada Selasa, 3 Februari 2026
Presiden memimpin pegawai Sekretariat Kabinet bergotong royong membersihkan kantor, bagian dari Gerakan Indonesia ASRI. Setelah itu, Presiden mengingatkan pegawai tentang pentingnya budaya kerja bersih dan profesional.
Hari itu juga digelar pertemuan dengan pimpinan ormas Islam dan pondok pesantren, membahas penguatan pengelolaan dana umat dan pembangunan perkampungan haji di Arab Saudi. Presiden menegaskan komitmen membuka dialog rutin dengan para tokoh agama.
Rabu, 4 Februari 2026 – Silaturahmi Politik dan Diplomasi

Foto: Presiden Prabowo menerima DPP PKB pada Rabu, 4 Februari 2026
Presiden menerima DPP PKB dan para ketua DPW dari seluruh Indonesia, membahas dukungan politik dan ide strategis untuk program pemerintah.
Selain itu, Presiden berdiskusi dengan mantan menteri luar negeri, akademisi, dan pimpinan DPR terkait kebijakan luar negeri Indonesia, termasuk BRICS, tarif nol persen dengan 27 negara Uni Eropa, dan upaya perdamaian Palestina melalui keikutsertaan Indonesia di Board of Peace.
Kamis, 5 Februari 2026 – Pelantikan Pejabat Negara

Foto: pelantikan Hakim MK dan Wamenkum pada Kamis, 5 Februari 2026
Presiden menyaksikan sumpah Adies Kadir sebagai Hakim Konstitusi dan melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan. Kedua pejabat diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Jumat, 6 Februari 2026 – Kemitraan Strategis Indonesia-Australia

Foto: Penandatanganan traktat keamanan Indonesia-Australia pada Jumat, 6 Februari 2026
Presiden bertemu Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, menandatangani Perjanjian Keamanan Bersama untuk memperkuat pertahanan di kawasan Indo-Pasifik. Kedua negara juga menyepakati kerja sama ekonomi untuk meningkatkan perdagangan, investasi, dan penciptaan lapangan kerja.
Sabtu, 7 Februari 2026 – Munajat untuk Bangsa dan Alumni LPDP

Foto: Presiden Prabowo menerima 200 Alumni LPDP pada Sabtu, 7 Februari 2026
Presiden menghadiri acara Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa serta pengukuhan MUI Masa Khidmat 2025-2030, menekankan peran ulama dan umara dalam menjaga perdamaian.
Sebelumnya, Presiden berdiskusi dengan 200 alumni LPDP dari berbagai latar pendidikan dan profesi, membahas pengabdian dan kontribusi alumni terhadap program pemerintah.
Minggu, 8 Februari 2026 – Mujahadah Kubro Satu Abad NU

Foto: Presiden Prabowo saat mengahadiri Mujahadah Kubro pada Minggu, 8 Februari 2026
Di Malang, Presiden menghadiri peringatan 100 tahun Nahdlatul Ulama, mengapresiasi peran NU dalam menjaga persatuan bangsa. Presiden mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap bersatu dan saling merangkul di tengah perbedaan.
Sepanjang pekan ini, Presiden Prabowo menekankan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, penguatan persatuan ulama dan umara, serta pembangunan yang langsung berdampak pada kesejahteraan rakyat.
Editor: Redaktur TVRINews
