
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid dalam peluncuran program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026, Jumat, 17 April 2026 (Foto: YouTube Baznas RI)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Dengan proyeksi nilai ekonomi Rp 2,5 triliun, Baznas fokus pada pemerataan distribusi hingga pelosok negeri.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menetapkan target ambisius untuk momentum Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026.
Baznas menargetkan penghimpunan dan penyembelihan satu juta hewan kurban setara domba atau kambing secara nasional, dengan proyeksi nilai ekonomi mencapai Rp 2,5 triliun.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan bahwa target ini mencakup pengelolaan kurban oleh Baznas di seluruh tingkatan, mulai dari pusat, provinsi, kota/kabupaten, hingga Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia.
"Kami menetapkan target 1 juta domba/kambing untuk tahun ini. Angka ini merupakan peningkatan signifikan dari realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 2,3 triliun dengan jumlah 790.554 ekor hewan kurban," ujar Sodik dalam peluncuran program "Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026" di Jakarta, Jumat, 17 April 2026.
Inovasi Distribusi dan Wilayah 3T
Dalam pelaksanaannya, Baznas berkomitmen untuk memeratakan distribusi daging kurban agar tidak hanya menumpuk di kota-kota besar. Fokus utama penyaluran tahun ini adalah wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) serta daerah rawan pangan.
Untuk menyiasati kendala logistik di daerah terpencil, Baznas mengandalkan inovasi daging olahan dalam kemasan kaleng. Teknologi ini memungkinkan daging kurban memiliki masa simpan yang lebih lama dan lebih mudah didistribusikan ke pelosok negeri.
"Kurban yang ditunaikan melalui Baznas akan memperkuat solidaritas sosial dan menghadirkan keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan," tegas Sodik.
Potensi Besar Ekonomi Umat
Lebih lanjut, Sodik memaparkan bahwa ibadah kurban memiliki dampak ekonomi yang masif bagi Indonesia. Berdasarkan data tahun 2025, total capaian kurban nasional, termasuk swadaya masyarakat mencapai Rp 21,1 triliun.
Adapun rincian realisasi kurban yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sebesar Rp18,8 triliun atau setara 1.962.575 domba atau kambing.
"Pada tahun 2025, potensi ekonomi kurban nasional diperkirakan mencapai sekitar Rp34,85 triliun. Ini merupakan kekuatan besar umat yang harus dikelola secara optimal agar manfaatnya semakin luas," imbuhnya.
Pemberdayaan Peternak Lokal
Salah satu pilar utama program tahun ini adalah pemberdayaan peternak di pedesaan. Melalui konsep "Kurban Berkah Berdayakan Desa", seluruh hewan kurban dipasok dari Balai Ternak Baznas yang dikelola langsung oleh para peternak mustahik (penerima zakat).
Baznas memberikan pendampingan intensif mulai dari teknik budi daya, pakan, hingga manajemen usaha. Dengan demikian, aliran dana dari para pekurban (mudhohi) akan langsung dirasakan oleh peternak kecil di desa-desa.
Editor: Redaksi TVRINews
