
Wamenpar Tekankan Pentingnya Penguasaan Bahasa Inggris bagi Pemandu Wisata Lumajang
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Lumajang
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Putu Puspa Ayu menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata, khususnya bagi para pemandu wisata di Kabupaten Lumajang, dalam penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris.
“Pariwisata bukan hanya soal destinasi, tetapi tentang pengalaman yang dirasakan wisatawan. Pengalaman berkesan lahir dari pelayanan prima, keramahtamahan, dan kemampuan komunikasi yang baik. Di sinilah peran pemandu wisata sebagai wajah dan duta pariwisata sangat penting,” ujar Ni Luh dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 11 Oktober 2025.
Ia menjelaskan pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Pemerintah Kabupaten Lumajang, serta Universitas LIA.
Kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata dari implementasi penguatan ekosistem SDM pariwisata sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Kepariwisataan yang baru disahkan.
“Pelatihan ini akan meningkatkan daya saing SDM pariwisata di tingkat global. Dengan kemampuan komunikasi yang baik, kepercayaan diri dalam melayani wisatawan mancanegara akan meningkat. Hal ini menjadi modal penting untuk memberikan pengalaman wisata yang berkesan, sehingga nama Lumajang makin dikenal, tidak hanya secara nasional, tetapi juga internasional,” kata Ni Luh.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengapresiasi pelatihan tersebut dan menyebutnya sebagai bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata, khususnya dalam hal peningkatan kompetensi bahasa asing para pemandu lokal.
“Destinasi wisata kami mulai digemari wisatawan mancanegara. Ini menunjukkan potensi besar Lumajang sebagai destinasi bertaraf internasional. Pemerintah Kabupaten akan terus memastikan pengembangan pariwisata berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” tutur Ni Luh.
Pelatihan ini diikuti oleh para pemandu wisata dari berbagai destinasi unggulan di Lumajang, terutama dari kawasan Air Terjun Tumpak Sewu.
Pembelajaran berlangsung intensif sebanyak empat kali selama Oktober 2025, dengan fokus pada praktik dialog (roleplay) yang relevan dengan tugas kepemanduan di lapangan.
Editor: Redaktur TVRINews
