
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Pati
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong peningkatan permintaan bahan pangan lokal di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sektor perikanan menjadi salah satu yang paling terdampak positif, dengan hasil budidaya lele, bandeng, dan nila masyarakat semakin terserap oleh dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Meningkatnya jumlah dapur MBG yang beroperasi membuat kebutuhan bahan baku pangan meningkat secara konsisten. Kondisi ini memberikan kepastian pasar bagi pelaku usaha lokal sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyebut program ini memberikan manfaat nyata, terutama bagi pelaku UMKM dan pembudidaya ikan.
“Dengan adanya program ini banyak UMKM terbantu. Kami juga menyarankan SPPG untuk membeli produk-produk UMKM atau pedagang di Kabupaten Pati, dan ternyata manfaatnya sangat besar,” ujar Risma dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Minggu, 26 April 2026.
Ia menjelaskan permintaan dari dapur MBG membuat hasil budidaya masyarakat terserap lebih maksimal, bahkan mendorong kenaikan harga komoditas.
Harga lele di tingkat pembudidaya yang sebelumnya di bawah Rp20 ribu kini mengalami peningkatan, termasuk komoditas tambak seperti bandeng.
“Harganya sudah bagus. Ini bukti UMKM di Pati mendapatkan manfaat luar biasa,” ucap Risma.
Dengan adanya permintaan yang stabil, pelaku usaha perikanan kini memiliki kepastian pasar. Hal ini mendorong peningkatan produksi budidaya lele, bandeng, dan nila sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Pemerintah Kabupaten Pati juga mengintensifkan pengawasan terhadap pelaksanaan program melalui inspeksi mendadak (sidak) ke dapur-dapur SPPG.
Risma bahkan turun langsung meninjau operasional SPPG Ketitang Wetan I di Kecamatan Batangan sejak dini hari.
“SPPG ini menjadi salah satu percontohan di Kabupaten Pati. Fasilitasnya sudah memenuhi standar, dan kami juga sudah mencoba langsung menunya,” kata Risma.
Seiring perluasan program, jumlah SPPG di Kabupaten Pati terus bertambah. Saat ini, sekitar 156 SPPG telah beroperasi, sementara puluhan lainnya masih dalam tahap persiapan, dengan total jangkauan sekitar 314 ribu siswa.
Pemerintah daerah menegaskan akan terus melakukan pemantauan rutin guna memastikan program berjalan optimal.
“Kami minta setiap kecamatan melakukan monitoring harian, termasuk sidak tanpa pemberitahuan, untuk memitigasi berbagai potensi masalah,” tutur Risma.
Risma juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program MBG yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.
“Program ini diterima dengan baik oleh masyarakat Pati. Kami akan terus mengawal agar berjalan lancar,” ujar Risma.
Editor: Redaktur TVRINews
