
Presiden Prabowo Ingatkan Bahaya Huru-Hara Usai Tragedi Ojol Tewas Tertabrak Rantis
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia agar waspada terhadap pihak-pihak yang ingin menciptakan huru-hara dan kekacauan.
Peringatan ini disampaikan usai tragedi meninggalnya Affan Kurniawan (22), pengemudi ojek online yang tertabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi massa ricuh di sekitar Gedung DPR RI, Kamis, 28 Agustus 2025.
“Saya menghimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada. Unsur-unsur yang ingin membuat huru-hara dan kerusuhan itu tidak menguntungkan rakyat, tidak menguntungkan masyarakat, dan tidak menguntungkan bangsa kita,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan video yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 29 Agustus 2025.
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia saat ini sedang berbenah dan membutuhkan stabilitas untuk membangun negara yang kuat, sejahtera, dan mandiri. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh pihak yang berupaya memecah belah bangsa.
“Bangsa kita sedang mengumpulkan semua tenaga, kekuatan, dan kekayaan untuk bangkit membangun negara industri yang tidak kalah dengan negara lain. Untuk itu, kita harus tenang dan tidak boleh mengizinkan kelompok yang ingin membuat huru-hara,” ucap Presiden Prabowo.
Meski mengingatkan bahaya kerusuhan, Presiden Prabowo tetap menyampaikan belasungkawa mendalam atas tewasnya Affan. Ia memastikan pemerintah memberikan perhatian penuh kepada keluarga korban.
“Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya dan memberi perhatian khusus kepada orang tua serta saudara-saudaranya,” tutur Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo juga mengaku kecewa dengan tindakan aparat yang dinilai berlebihan. Ia memerintahkan agar insiden tersebut diusut tuntas dan transparan.
“Petugas yang terlibat harus bertanggung jawab. Bila ditemukan pelanggaran, pemerintah akan mengambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum,” kata Presiden Prabowo.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan tujuh anggota Brimob yang berada dalam rantis telah diamankan dan sedang diperiksa intensif oleh Divisi Propam Polri.
Proses penyelidikan, kata Kapolri, akan dilakukan secara tegas dan terbuka untuk menjaga keadilan masyarakat.
Insiden ini terjadi ketika aksi massa di depan Gedung DPR RI berlangsung ricuh. Dalam kericuhan tersebut, rantis Brimob menabrak Affan hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Editor: Redaksi TVRINews
