
Mengenang Titiek Puspa: Karier dan Prestasi Sang Legenda Musik Indonesia
Penulis: Fityan
TVRINews, Jakarta
Dunia musik Indonesia hari ini kehilangan salah satu legenda terbesarnya. Titiek Puspa, penyanyi sekaligus pencipta lagu lintas generasi, wafat dalam usia 87 tahun pada Kamis, 10 April 2025 pukul 16.25 WIB di RS Medistra, Jakarta.
Nama aslinya adalah Sudarwati. Namun Indonesia mengenalnya dengan nama panggung “Titiek Puspa” nama yang tidak sembarangan, sebab diberikan langsung oleh Presiden Soekarno setelah terpikat dengan penampilannya di panggung musik Radio Republik Indonesia pada era 1950-an.
Nama itu diberikan bukan hanya sebagai identitas seni, melainkan simbol dari keindahan dan ketulusan dalam berkarya.
Kariernya mekar selama 67 tahun, dan tak pernah layu.
Lagu "Gang Kelinci" juga jadi salah satu warisan yang tak lekang oleh waktu.
Lagu ciptaannya ini melejit saat dinyanyikan Lilis Suryani pada tahun 1963. Setelah Lilis wafat, Titiek kembali membawakan lagu itu di televisi, membuatnya hidup kembali di tengah generasi baru. Yang tak banyak orang tahu, lagu tersebut sebenarnya sudah diminta Lilis sejak kecil. Lilis kecil bahkan pernah datang langsung ke rumah Titiek untuk memintanya dibuatkan lagu.
Karya-karya Titiek Puspa bukan hanya jadi pengiring zaman, tapi juga penanda budaya. Dari “Kupu-Kupu Malam” hingga “Apanya Dong”, dari panggung Istana Negara hingga layar kaca, suaranya melintasi dekade dan generasi.
Penghargaan Bergengsi
Sepanjang kariernya, Titiek Puspa telah meraih berbagai penghargaan bergengsi. Pada tahun 1994, Titiek Puspa menerima BASF Award ke-10 untuk kategori Pengabdian Panjang di Dunia Musik.
Majalah Rolling Stone Indonesia juga menobatkannya sebagai salah satu dari "The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa" pada tahun 2008.
Prestasi Titiek Puspa tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di kancah internasional. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah penampilan wajahnya di billboard Times Square, New York, Amerika Serikat, yang menandai pengakuan global atas kontribusinya di industri musik.
Selain itu, Titiek Puspa pernah mendapatkan penghargaan Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden Soeharto, Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) dengan kategori Lifetime Achievement Award, Festival Film Indonesia 2018, masuk daftar 100 Perempuan Inspiratif Indonesia oleh Majalah Kartini dan HerWorld, dan Tokoh Musik Legendaris versi Rolling Stone Indonesia.
Sebelum mengembuskan napas terakhirnya karena mengalami pendarahan otak bagian kiri, Titiek Puspa juga pernah berjuang melawan kanker rahim dan sembuh setelah menjalani pengobatan serta penguatan spiritual.
Hingga akhir hayatnya, Titiek tetap menjadi simbol kekuatan perempuan di panggung seni Indonesia. Ia adalah seniman yang tak hanya menyanyi, tapi juga mencipta, memelihara, dan menghidupkan musik Indonesia dari masa ke masa.
Kini sang bunga puspa telah gugur. Tapi harum karyanya akan terus mengalun, selamanya.
Editor: Redaktur TVRINews
