
(sumber: Tangkapan layar Youtube/Trainspotter ID)
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Bekasi
Insiden tabrakan antara kereta api jarak jauh dan kereta rel listrik (KRL) terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, Senin, 27 April 2026 malam sekitar pukul 20.55 WIB.
Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah korban dan gangguan perjalanan kereta di lintas Bekasi dan sekitarnya.
Kereta Api Argo Bromo Anggrek 4 relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dilaporkan bertabrakan dengan KRL dalam posisi saling berhadapan di jalur yang sama. Akibat kejadian tersebut, jalur kereta api di lokasi untuk sementara waktu tidak dapat dilalui.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, terdapat sedikitnya empat korban dalam insiden ini. Rinciannya, satu korban mengalami kondisi cedera serius, sementara tiga penumpang dilaporkan terjepit di dalam rangkaian kereta.
Selain itu, terdapat dua kru kereta yang turut menjadi korban, dengan laporan awal menyebutkan adanya korban meninggal dunia.
Petugas gabungan masih melakukan proses evakuasi terhadap korban, termasuk upaya penyelamatan penumpang yang terjepit. Penanganan di lokasi difokuskan pada keselamatan dan percepatan evakuasi.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengonfirmasi terjadinya insiden operasional tersebut. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas kejadian ini.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujar Anne dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Senin, 27 April 2026.
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Pihak KAI bersama instansi terkait terus melakukan penanganan di lokasi serta akan memberikan pembaruan informasi secara berkala.
Insiden ini turut berdampak pada terganggunya operasional perjalanan kereta api, baik untuk layanan jarak jauh maupun komuter yang melintasi wilayah Bekasi. Masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi resmi dan menyesuaikan rencana perjalanan.
Editor: Redaksi TVRINews
