
dok. Kemenkes
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Surakarta
Rumah Sakit (RS) Kardiologi Emirates–Indonesia resmi ditetapkan sebagai pusat unggulan penanganan penyakit jantung dengan dukungan teknologi medis berstandar internasional. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan jantung sekaligus mempercepat penanganan kasus kegawatdaruratan kardiovaskular di daerah.
Selain penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas tenaga medis menjadi perhatian utama melalui sistem pengampuan guna memastikan mutu pelayanan kesehatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya pemanfaatan optimal perangkat medis canggih yang telah tersedia di rumah sakit tersebut agar mampu menunjang tindakan medis tingkat lanjut.
“Peralatannya sudah sangat baik. Karena itu, layanan harus ditingkatkan menjadi kompleks namun berbasis teknologi maju atau complex but advanced,” ujar Menkes Budi dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 Januari 2026.
Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito selaku rumah sakit pengampu, Eniarti, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menjalankan program pendampingan secara bertahap.
“Kami melaksanakan pengampuan selama lima tahun dengan fokus pada kesiapan sumber daya manusia. Tujuannya agar proses alih pengetahuan dapat berjalan optimal dalam pelayanan jantung,”kata Eniarti.
Dukungan terhadap keberlanjutan operasional rumah sakit juga disampaikan oleh Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri. Ia menegaskan komitmen pemerintah UEA dalam mendukung penguatan layanan kesehatan di Indonesia.
“UEA selalu siap mendukung bangsa sahabat kami, Republik Indonesia,”ungkap Abdulla Salem.
Saat ini, Pemerintah UEA juga tengah mengkaji kemungkinan pemberian dukungan tambahan berupa pasokan kebutuhan medis guna memastikan operasional rumah sakit berjalan profesional dan berkesinambungan.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto menilai keberadaan RS Kardiologi Emirates–Indonesia sangat strategis dalam mempercepat penanganan kasus darurat jantung di wilayahnya.
“Penanganan serangan jantung membutuhkan respons cepat, idealnya dalam waktu dua hingga enam jam. Karena itu, keberadaan rumah sakit ini sangat krusial,”kata Achmad.
Melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Pemerintah Kota Surakarta, serta dukungan Pemerintah Uni Emirat Arab, RS Kardiologi Emirates–Indonesia diproyeksikan mampu mempersingkat jalur rujukan pelayanan jantung yang selama ini dinilai cukup panjang.
Fasilitas ini diharapkan menjadi model pengembangan layanan rujukan kardiovaskular di daerah, dengan tetap mengedepankan mutu pelayanan yang setara dengan standar internasional.
Editor: Redaksi TVRINews
