TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menghadiri acara Silaturahim Minang Diaspora Global Network bertajuk “Mufakat Ranah dan Rantau: Membangun Nagari Menguatkan Jati Diri” di Universitas YARSI, Jakarta.
Kegiatan yang diselenggarakan Minang Diaspora Global Network tersebut menjadi wadah silaturahim sekaligus forum dialog budaya antara masyarakat Minangkabau di ranah dan rantau dalam memperkuat identitas budaya dan pembangunan nagari berbasis nilai kebudayaan.
Dalam sambutannya, Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas inisiatif diaspora Minangkabau yang terus menjaga hubungan budaya antara masyarakat di kampung halaman dan perantauan. Menurutnya, gerakan kebudayaan yang tumbuh dari komunitas memiliki peran penting dalam memperkuat kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.

(Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon (Foto: dok. Kemenbud))
“Sesuai amanat konstitusi, negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin masyarakat memelihara dan mengembangkan nilai budayanya. Karena itu, kebudayaan harus terus dilestarikan dan dikembangkan,” ujar Fadli Zon dalam keterangan yang dikutip, Minggu, 24 Mei 2026.
Menbud menegaskan Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar atau mega diversity yang menjadi kekuatan bangsa dalam membangun karakter nasional sekaligus memperkuat diplomasi budaya di tingkat global.
Ia juga menyoroti budaya Minangkabau yang dinilai memiliki kekayaan tradisi, sastra, manuskrip, adat istiadat, hingga kuliner tradisional seperti rendang yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
“Budaya bukanlah beban, tetapi kekuatan. Kebudayaan harus menjadi bagian dari ekonomi budaya sekaligus diplomasi budaya Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Presiden Minang Diaspora Global Network, Fasli Jalal mengatakan forum tersebut bertujuan memperkuat hubungan ranah dan rantau serta menegaskan pentingnya nagari sebagai fondasi identitas masyarakat Minangkabau.
“Kita boleh merantau ke mana saja, tetapi jati diri sebagai orang Minang harus tetap dipelihara,” ujar Fasli Jalal.
Selain dialog budaya, kegiatan juga diisi dengan pameran buku sastra dan budaya Minangkabau, pertunjukan seni budaya, hingga pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh literasi dan kemanusiaan Minangkabau.

(Foto: dok. Kemenbud)
Dalam kesempatan itu, Menteri Kebudayaan menyerahkan Anugerah Mahakarya Literasi Budaya Minangkabau kepada Tan Sri Rais Yatim dan Buya Mas’oed Abidin atas kontribusi mereka dalam pengembangan literasi budaya Minangkabau.
Acara turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, akademisi, budayawan, serta diaspora Minangkabau dari berbagai negara.










