
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Pacitan
Kabupaten Pacitan dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap gempabumi dan tsunami.
Letaknya di pesisir selatan Pulau Jawa yang berhadapan langsung dengan zona subduksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menjadikan wilayah ini rentan terhadap gempabumi tektonik berdampak signifikan.
Kerentanan tersebut kembali terlihat setelah gempabumi berkekuatan Magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat, 6 Februari 2026 dini hari.
Guncangan dirasakan di sejumlah kecamatan, terutama di wilayah pesisir selatan Jawa, dan sempat memicu kepanikan warga. Sebagian masyarakat memilih keluar rumah sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gempa susulan.
Merespons kejadian tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menugaskan Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Pencegahan untuk turun langsung ke Pacitan guna memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal.
Kunjungan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan Anggota Komisi VIII DPR RI, yang mencakup rapat koordinasi, penyerahan bantuan logistik dan peralatan, pemantauan dampak gempabumi, serta pengecekan sistem peringatan dini tsunami.
Plt. Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo bersama Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra dan Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, memimpin rapat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Pacitan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi dukungan logistik, tetapi juga dalam memperkuat koordinasi lintas sektor dan edukasi kebencanaan.
Ia menekankan bahwa pendekatan pencegahan harus menjadi prioritas melalui peningkatan kapasitas pemerintah daerah, penguatan peran BPBD, serta edukasi kebencanaan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Pada akhir rapat koordinasi, Anggota Komisi VIII DPR RI menyerahkan bantuan logistik dan peralatan kepada Pemerintah Kabupaten Pacitan dengan total nilai Rp358.373.000.
Bantuan tersebut meliputi 100 lembar selimut, 100 lembar terpal, 30 unit tenda keluarga, 50 unit kasur lipat, serta satu unit tenda pengungsi. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas respons darurat daerah, sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Usai rapat, tim melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak gempabumi berdasarkan rekomendasi BPBD setempat. Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran langsung kondisi lapangan, memverifikasi data dampak, serta mengidentifikasi kebutuhan lanjutan masyarakat.
Selain itu, tim juga meninjau tower sirine tsunami di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan. Sirine tersebut dibangun pada 2025 melalui dukungan program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP).
Dalam peninjauan itu, dilakukan uji coba bunyi sirine yang diaktifkan secara jarak jauh dari Pusdalops BPBD Kabupaten Pacitan guna memastikan keandalan sistem peringatan dini dan efektivitas penyampaian informasi kepada masyarakat.
BNPB menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan DPR RI dan pemerintah daerah, tidak hanya dalam penanganan pascabencana, tetapi juga dalam penguatan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan, demi mewujudkan masyarakat Pacitan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.
Editor: Redaktur TVRINews
