
dok. Kemendikdasmen
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Lamongan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti meresmikan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat, 6 Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa bantuan revitalisasi yang diberikan kepada sejumlah satuan pendidikan merupakan bagian dari program prioritas pemerintah untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul.
“Selamat kepada satuan pendidikan yang pada 2025 menerima bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Program ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan generasi unggul sebagaimana visi pembangunan nasional,” ujar Mu’ti dalam keteterangan tertulis, Sabtu, 7 Maret 2026.
Secara nasional, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun pada 2025 untuk pembangunan sektor pendidikan. Dana tersebut digunakan untuk berbagai program pembangunan fasilitas pendidikan, seperti unit sekolah baru, tambahan ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, toilet, serta fasilitas penunjang lainnya bagi lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa keberadaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah.
“Pembangunan fasilitas pendidikan ibarat raga bagi tubuh manusia. Proses pembelajaran akan berjalan optimal jika didukung oleh sarana dan prasarana yang baik,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi pembelajaran melalui program Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital. Hingga 2025, perangkat tersebut telah digunakan di sekitar 288 ribu satuan pendidikan di Indonesia, disertai pelatihan bagi guru serta penyediaan materi pembelajaran digital.
Di sisi lain, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga memperkuat berbagai kebijakan peningkatan kualitas pendidikan, antara lain melalui strategi deep learning, penguatan kompetensi digital seperti pembelajaran koding dan kecerdasan buatan (AI), serta peningkatan kemampuan bahasa Inggris bagi para guru.
Penguatan karakter peserta didik juga menjadi perhatian pemerintah melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta kegiatan Pagi Ceria sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan tersebut meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, Senam Anak Indonesia Hebat, serta doa bersama untuk menanamkan nilai nasionalisme, kebugaran, dan spiritualitas.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia dalam upacara sekolah melalui kerja sama antara Kemendikdasmen, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis yang menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesehatan dan semangat belajar siswa. Program ini telah menjangkau lebih dari 49 juta peserta didik atau sekitar 93 persen siswa di seluruh Indonesia.
Editor: Redaksi TVRINews
