
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menegaskan pentingnya mendoakan pemimpin negara agar mampu menjalankan amanah dengan baik demi kesejahteraan rakyat. Dalam bincang-bincang bersama tokoh masyarakat Jusuf Hamka, Kiai Miftah menjelaskan bahwa tradisi mendoakan pemimpin merupakan ajaran ulama terdahulu untuk memastikan kebaikan bagi masyarakat luas.

“Imam Ahmad Bin Hambal pernah menyatakan, kalau saya punya doa yang cespleng mustajab, yang saya doakan justru pemerintah, pemimpin negara,” ujar KH Miftachul Akhyar seperti dikutip dari unggahan media sosial Jusuf Hamka, Minggu, 8 Maret 2026.
Pengasuh Pondok Pesantren Akhlaq Rangkah Surabaya ini menilai bahwa kualitas seorang pemimpin akan berdampak langsung pada kondisi rakyatnya. Menurutnya, perbaikan pada diri pemimpin merupakan kunci bagi kemajuan bangsa secara menyeluruh.
“Dengan kebaikannya itu otomatis turun ke rakyat,” kata Kiai Miftah.
Secara khusus, Kiai Miftah menyampaikan doa dan harapan agar Presiden Prabowo Subianto diberikan kelancaran dalam memimpin Indonesia. Ia melihat sosok Presiden sebagai pribadi yang memiliki dedikasi penuh terhadap kepentingan negara di atas kepentingan pribadi.
“Maka kita doakan supaya beliau bisa menjalani dengan semangatnya begitu luar biasa. Beliau itu orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Yang di dalam pikirannya itu bangsa dan rakyat,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap kepemimpinan nasional saat ini dapat terus konsisten dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan, termasuk dalam upaya pemberantasan korupsi yang menjadi harapan besar masyarakat.
“Kita doakan beliau dengan kemudahan, kelancaran, kesuksesan. Mudah-mudahan korupsi-korupsi dibabat habis,” ucap KH Miftachul Akhyar.
Dalam kesempatan yang sama, Jusuf Hamka atau Babah Alun turut menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa dan keutuhan NKRI. Ia berharap pemerintah terus membawa Indonesia ke arah yang lebih baik serta meningkatkan taraf hidup masyarakat secara merata di seluruh wilayah.
Editor: Redaksi TVRINews
