TVRINews, Nganjuk
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya menjaga marwah lembaga-lembaga hukum di Indonesia. hal tersebut, diungkapkan saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur pada Sabtu, 16 Mei 2026 hari ini.
Tak hanya itu, mantan Menteri Pertahanan ini mengatakan jika hakim harus bekerja secara adil, bersih, dan berpihak pada keadilan, terutama bagi masyarakat kecil.
“Kita harus menjaga marwah lembaga-lembaga hukum. Hakim-hakim kita harus hakim yang adil dan baik dan bersih,” ujarnya.
Selain itu, ia menuturkan jika saat ini pemerintah telah meningkatkan kesejahteraan hakim sebagai bagian dari upaya memperkuat integritas peradilan.
Presiden Prabowo juga mengklaim, jika kenaikan gaji hakim junior mencapai hampir 300 persen, sehingga kini posisi hakim Indonesia disebut lebih baik dibanding sejumlah negara di kawasan.
“Karena itu saya punya kehormatan tahun lalu saya naikin gaji hakim, hakim yang paling junior saya naikin hampir 300 persen, 280 persen dan sekarang di seluruh ASEAN kita diakui hakim-hakim kita gajinya sudah melompat, sudah menyalip Malaysia,” katanya.
Ia juga menyebut, bahwa penghasilan hakim di Indonesia telah melampaui sejumlah negara lain di kawasan, termasuk Singapura untuk posisi tertentu di Mahkamah Agung.
“Ketua Mahkamah Agung kita sudah menyalip take home pay dari Ketua Mahkamah Agung Singapura. Lumayan,” ucapnya.
Meski demikian, Presiden Prabowo menegaskan bahwa perbaikan tidak boleh berhenti pada aspek kesejahteraan saja, tetapi juga harus menyentuh integritas seluruh aparat penegak hukum.
“Tapi kita terus harus memperbaiki. Para hakim kita, pengadilan kita adalah lembaga terakhir rakyat bisa menuntut keadilan, terutama rakyat yang paling lemah. Karena itu mari kita bersama-sama memperbaiki,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan di tubuh aparat lain seperti kejaksaan, kepolisian, dan TNI agar bersih dari praktik penyimpangan.
“Seluruh aparat lainnya juga harus memperbaiki diri. Kejaksaan, Kepolisian, Tentara harus koreksi diri, harus menghilangkan penyelewengan dan korupsi dari tubuh masing-masing,” tegasnya.
Presiden Prabowo juga memperingatkan agar aparat tidak menjadi bagian dari praktik ilegal.
“Jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan, backing penyelewengan, backing penyelundupan, backing narkoba, backing judi, backing ilegal ini ilegal itu, jangan sampai begitu,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh aparat untuk kembali pada jati diri sebagai pelayan rakyat.
“Saya menghimbau atas nama rakyat, jadilah Tentara Rakyat, jadilah Polisi Rakyat yang dicintai rakyat,” katanya.
Presiden Prabowo juga mengaku masih menerima laporan terkait dugaan penyelewengan di sejumlah lembaga, termasuk oleh pejabat yang pernah ia angkat.
“Saya geleng-geleng kepala, sedih saya bahwa tiap hari saya dapat laporan pejabat-pejabat yang menyeleweng. Orang yang saya angkat, saya kasih kehormatan, begitu menjabat malah menyeleweng, nyuri uang rakyat,” ucapnya.
Presiden Prabowo menambahkan, bahwa jabatan justru menuntut tanggung jawab lebih besar untuk menjaga integritas, bukan sebaliknya.
Ia juga mengaku heran masih ada aparat yang mencoba melakukan pelanggaran di tengah sistem pengawasan yang semakin ketat dan berbasis digital.
“Saudara-saudara, saya heran kalau hari gini masih ada yang nyoba-nyoba. Sekarang sudah digital, pasti ketahuan,” pungkasnya.










