
Presiden Prabowo: Pemimpin Harus Siap Dihujat, tapi Tak Boleh Patah Semangat Tangani Bencana
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Aceh Tamiang
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan bahwa seorang pemimpin harus siap menghadapi kritik, hujatan, bahkan fitnah, namun tidak boleh kehilangan semangat dalam menjalankan tugas, khususnya saat menangani bencana.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meninjau pembangunan hunian yang dibangun oleh Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu wilayah dengan dampak bencana terbesar di tiga provinsi.
"Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah, tapi tidak boleh terpengaruh dan tidak boleh patah semangat," ujar Presiden Prabowo di hadapan jajaran menteri, kepala daerah, dan pimpinan lembaga, pada Kamis, 1 Januari 2026.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengatakan bahwa kritik dan komentar negatif kerap muncul, termasuk terhadap kehadiran pejabat di lokasi bencana.
Namun menurutnya, kehadiran pemerintah di lapangan bukan sekadar simbolik, melainkan untuk melihat langsung persoalan, mencatat kekurangan, dan mengambil keputusan cepat.
"Kalau pejabat tidak datang, dibilang tidak peduli. Kalau datang, ditanya kenapa tidak ikut macul. Pejabat datang untuk melihat masalah dan mengambil keputusan, bukan untuk wisata," tegasnya.
Kemudian, Presiden menekankan bahwa dirinya bekerja berdasarkan bukti dan hasil nyata, bukan sekadar pernyataan. Ia mencontohkan pembangunan 600 unit hunian sementara oleh Danantara yang berhasil diselesaikan dalam waktu delapan hari sebagai bentuk pembuktian kerja pemerintah.
"Rakyat Indonesia percaya pada bukti. Sekarang kita sedang membuktikan," ucapnya.
Demikian, Presiden mengajak seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk tetap fokus pada tujuan utama, yakni meringankan penderitaan rakyat terdampak bencana, tanpa terpengaruh oleh komentar nyinyir.
"Kita terima kritik sebagai koreksi, tapi fokus kita adalah bagaimana membantu rakyat. Itu pikiran kita sebagai pejabat dan pemimpin," ungkapnya.
Editor: Redaksi TVRINews
