TVRINews, Kupang
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui LLDIKTI Wilayah XV telah melepas 2.319 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi, yang nantinya akan diterjunkan ke 100 desa yang tersebar di 13 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Program Mahasiswa Berdampak KKN Tematik GENTASKIN (Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif) Batch II Tahun 2026. Di mana, hampir dua bulan, mulai 9 Juli hingga 31 Agustus 2026, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan mengatakan, jika ribuan mahasiswa tersebut nantinya akan didampingi oleh 100 dosen pembimbing lapangan dan bekerja dalam tim multidisiplin untuk menjawab persoalan yang dihadapi masing-masing desa.
Ia menuturkan, fokus utama program ini mencakup percepatan penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, hingga perbaikan tata kelola pemerintahan desa.
Ia juga menegaskan, jika perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus menjadi mitra pembangunan daerah.

(Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Fauzan)
“Ilmu pengetahuan dan hasil riset yang dimiliki perguruan tinggi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kampus perlu hadir langsung untuk membantu menyelesaikan persoalan pembangunan,” ujar Fauzan dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Jumat, 10 Juli 2026
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi perlu terus diperkuat agar hasil riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat dapat diterapkan secara langsung sesuai kebutuhan daerah.
Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Adrianus Amheka, mengatakan KKN Tematik GENTASKIN Batch II merupakan kelanjutan dari program yang telah dilaksanakan sebelumnya. Para peserta berasal dari berbagai disiplin ilmu, seperti kesehatan, pendidikan, pertanian, teknik, ekonomi, teknologi informasi, hukum, pemerintahan, hingga komunikasi.
Mahasiswa nantinya akan menjalankan berbagai kegiatan, di antaranya edukasi pencegahan stunting, pendampingan Posyandu, pemberdayaan UMKM, literasi keuangan, penguatan ketahanan pangan keluarga, perbaikan sanitasi lingkungan, digitalisasi desa, pendampingan administrasi pemerintahan desa, peningkatan literasi pendidikan, hingga promosi potensi desa.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi mampu menghasilkan solusi berbasis riset untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pembangunan di NTT.
Program Mahasiswa Berdampak KKN Tematik GENTASKIN juga menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, dunia usaha, dunia industri, serta berbagai mitra pembangunan dalam menciptakan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi warga.










