
Meutya Hafid: Media Sosial Harus Lebih Aktif Cegah Konten Berbahaya
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa platform media sosial seperti Instagram, Facebook, X, dan TikTok memiliki tanggung jawab utama untuk menghapus konten negatif yang tersebar di jaringan mereka.
Dengan menggunakan teknologi yang lebih canggih, platform-platform ini diharapkan bisa lebih aktif dalam menyaring konten yang berbahaya, seperti pornografi, kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran judi online.
"Teknologi yang dimiliki oleh platform media sosial saat ini sudah sangat maju. Mereka memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengidentifikasi dan menghapus konten yang merugikan. Itu adalah domain mereka, mereka yang paling tahu cara terbaik untuk menanganinya," ujar Meutya Hafid dalam acara di Purwakarta pada Rabu (14/5/2025).
Menurut Meutya, takedown atau penghapusan konten negatif harus menjadi prioritas utama bagi platform media sosial. Ini bukan hanya masalah kepatuhan terhadap peraturan, tetapi juga mengenai komitmen mereka untuk menjaga keselamatan penggunanya, terutama anak-anak dan remaja yang rentan terhadap dampak negatif di dunia digital.
Meutya mengakui meskipun Kementerian Komunikasi dan Digital telah menindak hampir 1,4 juta situs yang mengandung konten negatif, masalah masih terus berkembang. Sebagian besar konten yang berbahaya menyebar dengan cepat melalui media sosial, dan takedown yang dilakukan pun tidak cukup untuk menghentikan penyebaran konten tersebut.
"Meski kami telah melakukan upaya besar untuk menghapus konten negatif, tantangan terbesar tetap ada di media sosial. Konten berbahaya sangat cepat menyebar melalui platform-platform ini," ujar Meutya.
Pemerintah pun, lanjut Meutya, kini sedang berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menemukan solusi yang lebih holistik dan berkelanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengurangi kecanduan digital melalui program rehabilitasi dan pendidikan karakter, seperti yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Yang dimana Meutya menambahkan, bahwa melalui program pendidikan karakter bagi anak-anak yang diadakan di barak militer, berusaha memberikan pendekatan yang lebih langsung untuk mengatasi kecanduan digital. Disatu sisi Meutya juga menyebut program ini juga bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan dan membentuk karakter yang lebih baik pada generasi muda.
"Saya sangat mendukung program yang dilakukan oleh Pak Dedi Mulyadi untuk mengurangi kecanduan digital dengan memberikan pendidikan karakter yang berfokus pada nilai-nilai kebangsaan. Jika hasilnya positif, program ini bisa dijadikan model untuk daerah lain," ujar Meutya.
Dengan kerja sama yang lebih erat antara pemerintah pusat, daerah, serta sektor swasta, Meutya berharap solusi yang lebih efektif untuk mengatasi kecanduan digital dapat terwujud. Program-program seperti ini bertujuan untuk melindungi generasi muda Indonesia dari dampak negatif dunia digital sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebiasaan digital yang sehat.
Baca Juga:
| Meutya Hafid Tegaskan Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Generasi Bangsa |
Editor: Redaksi TVRINews
