
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 10 Sekolah di Karanganyar
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jawa Tengah
Pemerintah terus memperkuat program Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk menghadirkan sekolah yang layak, aman, dan mendukung pembelajaran berkualitas. Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian revitalisasi 10 gedung sekolah jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK yang dipusatkan di SMAK 1 Muhammadiyah Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat, 16 Januari 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang menggembirakan, bermakna, serta memanusiakan murid.

“Pendidikan adalah fondasi peradaban. Karena itu, perbaikannya dimulai dari hulunya, mulai dari revitalisasi gedung sekolah, digitalisasi, pelatihan guru, hingga pembelajaran yang mendalam dan memanusiakan murid. Ini merupakan ikhtiar bersama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,”kata Mu’ti dalam keterangan tertulis, Sabtu, 17 Januari 2026.
Pada 2025, Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi terhadap 16.171 sekolah di berbagai daerah. Program tersebut akan dilanjutkan pada 2026 dengan alokasi anggaran untuk revitalisasi sekitar 11.000 sekolah tambahan.
Revitalisasi mencakup perbaikan berbagai fasilitas pendukung, seperti laboratorium, ruang praktik siswa, sanitasi atau toilet, Unit Kesehatan Siswa (UKS), serta sarana lain guna menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman.
Selain penguatan infrastruktur, pemerintah juga mendorong digitalisasi pembelajaran serta peningkatan kapasitas guru. Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan 288.186 unit papan interaktif digital dan pengembangan laboratorium virtual.
Kemendikdasmen juga menjalankan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang membuka kesempatan bagi sekitar 150.000 guru untuk menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) dengan dukungan beasiswa.

Mendikdasmen menambahkan bahwa revitalisasi satuan pendidikan turut menyasar kualitas proses belajar mengajar di kelas melalui penguatan Pembelajaran Mendalam (deep learning). Pendekatan ini bertujuan membangun pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan melalui pengembangan olah pikir, olah hati, olah rasa, serta olah raga secara terpadu.
Dalam aspek penguatan karakter dan kesejahteraan murid, sekolah juga menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya ditujukan untuk pemenuhan gizi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran nilai kedisiplinan, budaya antre, kebersamaan, dan rasa syukur.
Bupati Karanganyar Robert Christanto yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan karakter murid melalui program revitalisasi sekolah.
Kegiatan tersebut juga dihadiri anggota Komisi X DPR RI Juliatmono yang mendampingi Mendikdasmen bersama jajaran pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah serta berkomitmen mengawal aspirasi pendidikan di tingkat nasional.
Menutup arahannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya penguatan layanan pendidikan yang responsif serta penyederhanaan prosedur agar lebih efektif. Program revitalisasi diharapkan menjadi momentum peningkatan mutu pembelajaran dan layanan pendidikan bagi seluruh murid.
Editor: Redaksi TVRINews
