
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon bersama Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste. (Foto: TVRINews/HO-Kemenbud)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menggelar pertemuan bilateral dengan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis penguatan kerja sama kebudayaan Indonesia–Jerman, mulai dari pembaruan nota kesepahaman (MoU), penguatan pusat kebudayaan, hingga percepatan repatriasi objek bersejarah.
Fadli Zon menegaskan, hubungan bilateral Indonesia dan Jerman yang telah terjalin selama puluhan tahun memiliki fondasi kuat, salah satunya melalui Agreement on Cultural Cooperation yang disepakati pada 1988.
Namun demikian, menurutnya, kerangka kerja sama tersebut perlu diperbarui agar selaras dengan dinamika global dan prioritas kedua negara saat ini.
“Kami ingin memperkuat kerja sama dengan Republik Federal Jerman. Indonesia dan Jerman memiliki kerangka perjanjian kerja sama kebudayaan sejak 1988, dan ini saat yang tepat untuk memperbaruinya,” kata Fadli dalam keterangan pers yang diterima, Rabu, 25 Februari 2026.
Selain pembaruan MoU, ia juga mendorong penguatan platform pusat kebudayaan Indonesia di Jerman, termasuk pengembangan Rumah Budaya Indonesia yang saat ini telah hadir di KBRI Berlin.
“Kami ingin memperkuat kerja sama dengan Republik Federal Jerman. Seperti kita tahu, Indonesia dan Jerman memiliki kerangka perjanjian kerja sama kebudayaan sejak 1988.
Jadi mungkin ini saatnya untuk kita perbaharui kerja sama tersebut,” ujar Fadli Zon.
Dalam pertemuan itu, Fadli turut mengangkat rencana dialog terkait repatriasi sejumlah fosil yang berada di Jerman, di antaranya 13 fosil manusia purba Sangiran yang tersimpan di Senckenberg Museum.
Selain itu, dibahas pula peluang kerja sama produksi film (co-production) yang mengangkat kisah Georg Eberhard Rumphius, naturalis asal Jerman yang pernah tinggal di Ambon.
Menanggapi hal tersebut, Ralf Beste menyambut baik usulan penguatan kerja sama kebudayaan yang disampaikan pihak Indonesia.
Ia menilai kerja sama di bidang sejarah, film, buku, hingga repatriasi benda cagar budaya perlu dibangun melalui pendekatan yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.
"Kerja sama di bidang permuseuman juga tidak kalah pentingnya,” kata Ralf Beste.
Lebih lanjut, Fadli menyampaikan kesiapan Indonesia menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Maret 2026.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, direncanakan pula pertemuan dengan Direktur Frankfurt Book Fair yang turut hadir dalam rombongan.
Melalui diplomasi budaya ini, Kementerian Kebudayaan berkomitmen memperluas peran Indonesia di panggung internasional. Kehadiran Rumah Budaya Indonesia di Berlin diharapkan menjadi jembatan strategis dalam memperkenalkan dan memperkuat eksistensi budaya Indonesia di Jerman.
Editor: Redaksi TVRINews
