Penulis: Melky
TVRINews, Ambon
Angka kematian akibat gigitan anjing rabies di Kota Ambon dari Januari hingga Juli 2023 mencapai tujuh orang. Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy mengaku angka kematian gigitan anjing rabies di Kota Ambon mengalami kenaikan di tahun 2023.
"Iya ada 7 angka kematian, yang kemarin 5 kemudian ada 2 kasus kematian dibandingkan tahun lalu hanya ada 1 angka kematian dalam 1 tahun dengan kasus gigitan 800 dan tahun ini peningkatan kasus luarbiasa" kata Wendy Pelupes.
Sejak juni kemarin baru 5 orang tercatat mengalami kematian akibat gigitan anjing rabies, namun hingga Juli 2023 telah mencapai tujuh orang. Menurut wendy rata-rata gigitan anjing yang terjadi di kota ambon berkisar 800 hingga 900 gigitan dan tidak semua gigitan terindikasi sebagai rabies.
``Jadi memang terjadi peningkatan kasus gigitan di Kota Ambon , memang setiap gigitan itu setiap tahun berkisar 800 hingga 900 gigitan untuk di Kota Ambon Sendiri Tetapi kalau kita lihat dari Januari hingga Juli itu sudah 561 gigitan , itu artinya pasti di tahun ini lebih banyak gigitan dari tahun sebelumnya ``
Kasus virus anjing rabies menyebar merata hampir setiap kecamatan di Kota Ambon, dengan populasi tinggi diduga memiliki angka pemeliharaan anjing yang juga tinggi.
"Tahun sebelumnya 800 dan dan tahun 2021 itu ada 900 kasus gigitan, jadi ditahun ini setegah tahun lebih sudah 500 kalau ditambahdan diperkirakan sudah 900 hingga 1000 an gigitan`` Ungkapnya.
Terkait hal ini, Dinas Kesehatan Kota Ambon tetap melakukan vaksinasi anjing rabies, var bagi masyarakat. Hingga juli 2023 tercatat sudah 316 orang menerima vaksinasi rabies dengan 4 dosis. untuk itu orang yang terkena gigitan anjing akan menerima 4 dosis suntikan. menurutnya untuk satu kasus gigitan saja, rata-rata per orang mengeluarkan biaya sebesar 1.400.000.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy mengaku pihaknya gencar melakukan sosialisasi penyakit rabies di masyarakat agar masyarakat dapat melakukan pertolongan pertama pasca gigitan sebelum melakukan perawatan ke pusat kesehatan.
"Dan sosialisasi juga gencar dilakukan oleh Dinas Kesehatan bagaimana kita pencegahan untuk mengatasi gigitan anjing rabies yang pertama itu ketika kita digigit, luka itu harus di bersihkan disikat dengan kuat , dibersihkan dibawah air mengalir dengan sabun. Tujuannya apa supaya virus itu tidak masuk ikut ke dalam peredaran darah masuk kedalam tubuh kita. Setelah selesai kemudian dilaporkan ke puskesmas dan luka itu dibiarkan luka terbuka kita taroh Poviden iodine dan sebagainya , tetapi luka dibiarkan dan kita tidak tutup dan dialporkan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan vaksinasi" ungkapnya.
Editor: Redaktur TVRINews
