
dok. Kemenimipas
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Sekretariat Jenderal resmi mengaktifkan program Imipas Peduli pada Rabu, 3 Desember 2025. Program ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus aksi tanggap dalam membantu pegawai dan masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bencana yang melanda tiga provinsi tersebut turut memengaruhi operasional satuan kerja Imigrasi dan Pemasyarakatan serta warga di sekitarnya. Menyikapi kondisi itu, Kemenimipas segera mengambil langkah terkoordinasi untuk menghimpun dan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, terstruktur, dan terpadu.
Sekretaris Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan, Asep Kurnia, mengajak seluruh jajaran baik di pusat maupun daerah untuk menunjukkan solidaritas melalui donasi sukarela.
“Kami ingin memastikan bantuan dapat segera diterima oleh pegawai Imigrasi dan Pemasyarakatan serta masyarakat yang terdampak. Ini adalah wujud kebersamaan dan kepedulian keluarga besar Kemenimipas,”kata Asep dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 Desember 2025.
Penggalangan bantuan dibuka untuk seluruh pegawai Kemenimipas. Dalam imbauannya, Asep meminta para pimpinan tinggi di setiap unit kerja untuk menyampaikan informasi ini secara luas kepada seluruh jajaran. Bantuan dapat disalurkan secara individu maupun kolektif melalui rekening resmi Program Imipas Peduli yang tercantum di website Kemenimipas.
Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada pegawai dan warga terdampak, dengan prioritas wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Proses distribusi dilakukan melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal terkait secara transparan dan terukur.
Selain menggalang dana, Kemenimipas juga menginstruksikan seluruh satuan kerja di daerah terdampak untuk membuka posko bantuan bencana serta menjalin koordinasi intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setempat. Langkah ini dilakukan untuk memetakan kondisi lapangan, memperkirakan potensi cuaca, dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.
“Kita harus memastikan penanganan dampak bencana berjalan cepat dan efektif, termasuk pemetaan kebutuhan bantuan di lapangan. Koordinasi dengan BNPB sangat penting untuk mitigasi ke depan,”jelasnya.
Program Imipas Peduli menjadi bukti komitmen Kemenimipas dalam mendampingi keluarga besar Imigrasi dan Pemasyarakatan serta masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. Melalui gerakan solidaritas ini, Kemenimipas berharap wilayah terdampak dapat pulih bersama dan bangkit lebih kuat.
Editor: Redaktur TVRINews
