
Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Direktur Program dan Berita TVRI Arif Adi Kuswardono memperkenalkan inovasi siaran “Debar” atau dengar bareng untuk Piala Dunia FIFA 2026. Program ini memberi alternatif bagi masyarakat agar tetap dapat mengikuti pertandingan melalui radio.
Arif menjelaskan, seluruh pertandingan akan disiarkan tidak hanya melalui televisi, tetapi juga lewat jaringan radio, termasuk Radio Republik Indonesia (RRI) dan radio lain dalam satu grup.
“Seluruh pertandingan, sekitar 104 match, juga akan disiarkan melalui radio seperti Radio Republik Indonesia, sehingga masyarakat tetap bisa mengikuti Piala Dunia meski sedang dalam perjalanan atau tidak mengakses televisi,” kata Arif.
Ia menegaskan, program “Debar” menjadi pelengkap kegiatan nonton bareng (nobar) yang juga disiapkan TVRI di berbagai daerah.
"Sebetulnya ingin menambahkan ya. Jadi selain ada nobar, juga sebetulnya ada 'Debar'," pungkas Arif.
"Jadi 'Debar' itu dengar bareng. Jadi nanti siaran Piala Dunia ini juga akan disiarkan oleh RRI (Radio Republik Indonesia) dan radio yang lain yang ada di grup. Nah, 'Debar' ini meliputi hampir semua match ya, 104 match. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir jika seandainya mereka dalam perjalanan atau sulit mengakses TV, mereka bisa mengakses radio dan mendengarkan siaran Piala Dunia di RRI."
Melalui program ini, TVRI ingin menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses televisi atau sedang berada di perjalanan. Siaran radio diharapkan menjadi solusi agar momen Piala Dunia tetap dapat dinikmati secara luas.
Selain siaran radio, TVRI juga menyiapkan berbagai skema penyiaran lain untuk memperluas jangkauan penonton. Seluruh upaya ini ditujukan agar masyarakat dapat merasakan atmosfer Piala Dunia 2026 melalui berbagai medium, baik televisi maupun radio.
Editor: Redaksi TVRINews
