Penulis: Ahmad Richad
TVRINews, Jakarta
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi NasDem Hillary Brigitta Lasut akhirnya sepakat berdamai dengan Komika Mamat Alkatiri, Senin (17/10/2022).
Sebelumnya Mamat Alkatiri dilaporkan ke Polisi karena melakukan roasting kepada Hillary Brigitta dengan menggunakan kata-kata kasar. Hillary melaporkan melaporkan Mamat dengan disangkakan Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik.
"Mamat tadi telah menyampaikan secara langsung kepada kami bahwa niatnya cuma menghibur. Dan sudah disepakati tadi bahwa kedepannya para Komika ini jika ingin menghibur tidak perlu menjatuhkan harkat martabat kaum perempuan yang sudah kami bangun dengan susah payah sampai dititik ini," kata Hillary Brigitta di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2022).
Baca Juga: Luhut : BUMN Berkontribusi Besar Membangun Ekonomi Indonesia
"Dari dulu perempuan harus terima dibilang tai, goblok, dibilang apa gitukan, perempuan jadi takut buat ngelaporin karena seakan-akan itu melangkahi atau seakan-akan posisinya posisinya ada di bawah, sekarang itu harus kita lawan, kita gak perlu takut lagi," sambungnya.
Dalam perdamaian ini Hillary Brigitta juga meminta Mamat Alkatiri untuk menyepakati beberapa poin penting, seperti melakukan edukasi kepada publik prihal kritik sosial politik.
"Nantinya Mamat bisa mengedukasi masyarakat tentang apa itu kritik yang baik, bagaimana memperlakukan perempuan, bagaimana cara bersikap atau berbahasa kepada perempuan," ujar Hillary.
Selain itu Hillary juga meminta kepada Mamat untuk sosialisasikan bagaimana melakukan kritik yang baik serta batasan hukum apa yang perlu dijaga saat membuat kritik terutama jika di depan publik.
"Setelah berkomunikasi tentang kesepakatan itu, besok laporan saya akan kami cabut (restorative justice)," ucap Hillary.
Sementara itu, Mamat Alkatiri menyampaikan bahwa dirinya tetap melakukan pekerjaannya sebagai Komika, dan ke depannya akan tetap melakukan roasting namun dengan bahasa yang lebih baik.
"Ini merupakan suatu pelajaran buat saya, ke depannya saya akan menggunakan bahasa yang lebih tajam namun tetap santun," tutur Mamat Alkatiri.
Editor: Redaktur TVRINews
