
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut kondisi ekonomi makro Indonesia saat ini masih terjaga dengan baik. Salah satu penopangnya adalah kuatnya konsumsi domestik yang mencapai sekitar 54 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Dalam laporannya, Airlangga menjelaskan indikator aktivitas konsumsi masyarakat juga menunjukkan tren positif.

"Kami dapat sampaikan bahwa dari segi ekonomi makro, konsumsi domestik baik, kuat 54 persen dari PDB, dan Mandiri Spending Index-nya di angka 360,7," ujar Airlangga, dikutip dari Tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 13 Maret 2026.
Selain konsumsi domestik yang kuat, Airlangga juga melaporkan sejumlah indikator ekonomi lainnya yang menunjukkan kondisi stabil, termasuk rasio utang luar negeri Indonesia yang relatif rendah.
Menurutnya, rasio utang luar negeri Indonesia saat ini berada di angka 29,9 persen dari PDB. Menanggapi angka tersebut, Presiden Prabowo sempat menanyakan kembali besaran rasio tersebut.

"Maaf, 29 atau 39?" tanya Presiden Prabowo.
Airlangga kemudian menjelaskan bahwa rasio utang luar negeri berada di bawah 30 persen dari PDB.
"29,9 persen, Pak. Di bawah 30 persen," jawab Airlangga.
Ia menambahkan bahwa angka tersebut hanya mencakup utang luar negeri. Sementara jika digabungkan dengan utang dalam negeri, total rasio utang pemerintah sekitar 40 persen dari PDB.
Presiden Prabowo pun menilai angka tersebut masih tergolong rendah dibandingkan banyak negara lain.
"Oke, masih salah satu terendah di dunia ya?" kata Presiden Prabowo.
Editor: Redaksi TVRINews
