
Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setiyono (dua dari kiri). Foto: Kemendukbangga/BKKBN
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN resmi mendukung kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat.
Selaras dengan itu, pegawai juga diimbau tidak menggunakan kendaraan pribadi selama dua bulan ke depan untuk mendorong penggunaan transportasi umum.
Sekretaris Kemendukbangga, Budi Setiyono, menyatakan langkah ini merupakan bagian dari efisiensi energi dan perubahan perilaku ASN.
"Kita menganjurkan pegawai untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi setidaknya dalam dua bulan ke depan. Setelah itu, akan dilakukan evaluasi. Selama periode ini, diharapkan pegawai lebih banyak menggunakan transportasi umum, baik untuk ke kantor maupun aktivitas lainnya," kata Budi dikutip Jumat, 3 April 2026.
Selain pengaturan jadwal kerja, Kemendukbangga akan memangkas anggaran rapat di hotel dan biaya konsumsi. Sesuai instruksi Presiden, kata Budi, anggaran tersebut akan direlokasi untuk program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Rapat-rapat koordinasi kini dialihkan secara daring agar lebih fleksibel dan hemat.
"Anggaran yang sebelumnya digunakan untuk rapat, seperti sewa hotel atau konsumsi, akan direlokasi ke program yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," tuturnya.
Kebijakan WFH satu hari seminggu ini merujuk pada arahan pemerintah pusat. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyebutkan bahwa WFH bagi ASN pusat dan daerah akan berlaku mulai 1 April 2026.
Kebijakan ini akan diatur melalui Surat Edaran MenpanRB dan Mendagri, sementara sektor swasta akan diimbau menyesuaikan melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan.
Editor: Redaktur TVRINews
