
Foto : Garuda Indonesia
Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
Garuda Indonesia Lakukan Restrukturisasi Keuangan untuk Menghindari Delisting
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) resmi mengumumkan rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu senilai Rp23,67 triliun yang akan diserap seluruhnya oleh PT Danantara Asset Management (Persero) atau Danantara.
"Transaksi ini merupakan bagian dari strategi restrukturisasi penyehatan guna memperbaiki posisi keuangan perseroan," tulis manajemen Garuda Indonesia.
Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki struktur keuangan dan mendukung operasional Garuda serta anak usahanya, Citilink Indonesia.
Sebesar 37% dana akan dialokasikan untuk modal kerja dan perawatan pesawat Garuda, sementara 63% sisanya akan memperkuat modal Citilink, termasuk pembayaran utang bahan bakar kepada Pertamina senilai US$ 225 juta.
Garuda menegaskan bahwa penambahan modal ini penting untuk memperbaiki ekuitas yang masih negatif dan menghindari potensi delisting saham pada pertengahan 2026.
Per 30 Juni 2025, perseroan masih mencatatkan ekuitas negatif sebesar US$ 1,5 miliar dan rasio utang terhadap aset mencapai 123%.
Setelah pelaksanaan, posisi keuangan Garuda diproyeksikan membaik dengan ekuitas positif US$ 183 juta pada akhir 2025.
Editor: Redaksi TVRINews
