
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyatakan proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak di Sumatra dan Jawa Barat terus berjalan secara progresif, meski dengan tantangan yang berbeda di tiap daerah.
Bima menjelaskan, pemulihan infrastruktur dasar di wilayah Sumatera menunjukkan perkembangan signifikan. Layanan publik, sektor pendidikan, serta infrastruktur penunjang utama sebagian besar telah kembali berfungsi.
“Secara umum, kegiatan belajar mengajar sudah berjalan 100 persen. Hanya sekitar 3 persen sekolah yang masih menggunakan kelas darurat,” kata Bima dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 30 Januari 2026.
Ia menambahkan, pasokan listrik di Sumatera Barat telah pulih sepenuhnya. Sementara itu, jaringan listrik di Sumatera Utara dan Aceh juga hampir normal, dengan masing-masing wilayah hanya menyisakan sekitar 1 persen area yang belum tersambung.
“Listrik di Sumatera Barat sudah 100 persen terkoneksi. Di Sumatera Utara dan Aceh masih tersisa sekitar 1 persen,” ujar Bima.
Pemerintah juga menargetkan percepatan pemindahan pengungsi ke hunian sementara dalam satu bulan ke depan. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi warga terdampak yang bertahan di tenda-tenda darurat.
Terkait pelayanan publik, Bima menegaskan bahwa kantor-kantor pemerintahan di wilayah terdampak di Sumatera pada umumnya telah kembali beroperasi.
“Pelayanan publik pada dasarnya sudah berjalan 100 persen. Hanya di Aceh Tamiang yang masih memerlukan proses lanjutan, meski pembersihan di pusat pemerintahan kota sudah tuntas,” ucap Bima.
Berbeda dengan kondisi di Sumatera, penanganan bencana di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, masih menghadapi tantangan besar. Bima menyebut medan yang sulit serta cuaca yang belum sepenuhnya mendukung menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.
Ia mengungkapkan ketebalan timbunan material di lokasi bencana mencapai hingga 20 meter, sehingga menyulitkan upaya pencarian dan evakuasi korban.
Meski demikian, seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk penanganan di lapangan. Pemerintah juga telah menyalurkan santunan serta insentif kepada warga terdampak guna mendukung relokasi sementara ke tempat yang lebih aman, baik ke rumah kerabat maupun lokasi alternatif lainnya.
Editor: Redaktur TVRINews
