
dok. Kemenkes
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa imunisasi campak-rubella (MR) merupakan cara paling efektif untuk memutus rantai penularan campak. Penegasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers daring pada Kamis, 26 Februari 2026.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2), Andi Saguni, mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan cakupan imunisasi secara nasional guna memberikan perlindungan optimal kepada masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pengendalian campak sangat ditentukan oleh kelengkapan dan pemerataan imunisasi. Jika cakupan tinggi dan tidak ada daerah yang tertinggal, maka risiko penularan dapat ditekan secara signifikan.
“Pencegahan campak sangat bergantung pada imunisasi yang lengkap dan merata. Ketika cakupan tinggi dan tidak ada wilayah yang tertinggal, rantai penularan bisa dihentikan,”kata Andi dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia menjelaskan, Kemenkes memperkuat pelaksanaan imunisasi rutin, menggelar imunisasi kejar bagi anak yang belum lengkap vaksinasinya, serta memberikan imunisasi tambahan di wilayah dengan cakupan rendah.
Sementara itu, Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropik Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Mulya Rahma Karyanti, menekankan pentingnya analisis data imunisasi hingga tingkat desa atau kelurahan.
Menurutnya, meskipun capaian imunisasi MR secara nasional telah melampaui target, potensi kasus campak tetap ada apabila masih terdapat kantong wilayah dengan cakupan rendah. Daerah-daerah tersebut perlu menjadi prioritas intervensi agar tidak berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Selain memperkuat imunisasi, pemerintah juga mengintensifkan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap gejala campak, seperti demam, ruam, batuk, pilek, dan mata merah.
Kemenkes mengajak masyarakat untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal guna melindungi diri dan lingkungan sekitar dari risiko penularan campak.
Editor: Redaktur TVRINews
