Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Indonesia tercatat sebagai negara dengan transaksi judi online (judol) terbesar di dunia, menurut riset Drone Emprit. Melihat kondisi ini, edukasi publik dan kolaborasi lintas sektor dinilai sangat mendesak.
Menjawab tantangan tersebut, salah satu platform keuangan digital bersama Wahana Kreator menghadirkan film edukatif bertajuk “Agen +62”. Film ini mengangkat fenomena judi online dari berbagai sudut pandang, menyampaikan pesan secara ringan namun kuat melalui pendekatan komedi.
Sederet artis papan atas ikut terlibat, termasuk Rieke Diah Pitaloka, Keanu Agi, Cinta Laura Kiehl, dan Fanny Fadillah. Rieke, yang juga anggota DPR RI, menyampaikan alasannya terlibat dalam film tersebut.
“Cerita film ini tidak biasa. Isu judi online saat ini penting dan genting. Banyak korbannya, termasuk mereka yang menjadi korban human trafficking. Ini bukan hanya soal ekonomi kelas bawah, tapi juga menyasar masyarakat berpendidikan tinggi,” ujar Rieke dalam peluncuran film di CGV Grand Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Juli 2025.
Menurutnya, melalui seni, pesan dapat disampaikan lebih efektif tanpa kesan menggurui.
“Seni itu bisa membangun kesadaran secara partisipatif. Film ini menjadi sarana edukasi agar masyarakat lebih paham bahaya judol dan pinjaman online ilegal (pinjol),” katanya.
Rieke juga mengungkap data mengejutkan, bahwa di Kamboja terjadi lonjakan korban WNI akibat jerat judi online, dengan peningkatan kematian sebesar 75 persen dalam beberapa bulan terakhir. Saat ini, sekitar 7.000 WNI masih terjebak dan tengah diupayakan untuk diselamatkan.
Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak diam.
“Ini bukan hanya tanggung jawab satu dua institusi. Semua pihak, dari DPR, pemerintah, hingga swasta harus bergerak. Karena jejaring judol dan pinjol sangat terstruktur, sistematis, dan masif,” tegasnya.
Film Agen +62 mengemas pesan serius dalam balutan komedi. Rieke pun tampil dalam beragam penyamaran, seperti menjadi nenek-nenek, PNS, dan sosialita untuk memperlihatkan berbagai sisi dari fenomena ini.
Rieke juga menyoroti pentingnya keterlibatan instansi pemerintah dan lembaga keuangan dalam melawan judol. Ia menekankan perlunya edukasi literasi keuangan yang masif dan sistematis di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan akses pinjaman cepat.
Sementara itu, Teguh Arifiyadi dari Kominfo yang turut hadir dalam acara peluncuran memaparkan tantangan besar dalam menindak situs-situs judol yang terus bermunculan. Meskipun pemerintah telah melakukan pemblokiran ribuan situs, perputaran dan reinkarnasi situs-situs baru terus terjadi. Film Agen +62 mengajak publik menjadi bagian dari solusi.
“Kenapa disebut Agen +62? Karena semua dari kita adalah agen perubahan agen yang bertanggung jawab memberantas bahaya judi online,” tutup Rieke.
Editor: Redaktur TVRINews
