
dok. Kemendikdasmen
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat pemerataan pendidikan lewat program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran yang dimulai sejak 2025.
Di kawasan timur Indonesia (Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua), sebanyak 389 SMK telah direvitalisasi dengan anggaran lebih dari Rp649 miliar. Selain itu, 1.972 SMK menerima dukungan digitalisasi melalui penyaluran Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP).

Kepala SMK Sanjaya Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Elisabeth Nena, mengatakan revitalisasi delapan ruang kelas, toilet, serta ruang administrasi dan perpustakaan membawa perubahan signifikan bagi sekolahnya.
“Dulu kami harus berpindah-pindah ruang karena kondisi bangunan rusak. Sekarang ruangan sudah nyaman dan pembelajaran bisa berjalan lebih tenang,”kata Nena dalam keterangan tertulis, Selasa, 24 Februari 2026.
Sementara itu, Kepala SMK Gotong Royong Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara, Petronela Baranyanan, menyebut penggunaan PID membuat suasana belajar lebih hidup dan interaktif.
“Dengan PID, siswa lebih antusias berdiskusi dan mempresentasikan hasil belajar mereka. Pembelajaran jadi lebih kontekstual,”ungkap Petronela Baranyanan.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menegaskan revitalisasi dan digitalisasi merupakan strategi terpadu untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan.
“Revitalisasi membangun fondasi fasilitas yang layak, sementara digitalisasi membuka akses pembelajaran yang lebih luas. Kami ingin memastikan setiap anak di mana pun berada mendapat kesempatan belajar yang sama,”ujar Tatang.
Editor: Redaktur TVRINews
