
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh Tamiang
Aktivitas ekonomi di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, perlahan kembali bergerak setelah banjir sempat melumpuhkan perdagangan. Meski lumpur masih tersisa dan sejumlah parit belum sepenuhnya bersih, para pedagang mulai membuka lapak dan menata kembali usaha mereka.
Surahim, tukang sepatu asal Desa Bukit Rata, menjadi salah satu pedagang yang bertahan di tengah situasi sulit tersebut. Ia mengenang saat banjir melanda, pasar nyaris lumpuh total. Akses tertutup, aktivitas dihentikan, dan pedagang diminta menjauh demi keselamatan.
Setelah air surut dan pembersihan mulai berjalan, Surahim kembali ke tokonya untuk memilah barang yang masih bisa diselamatkan. Sejumlah sepatu bot karet atau sepatu pacul masih layak jual. Barang tersebut banyak dibutuhkan oleh satuan tugas dan warga yang terlibat dalam pembersihan lumpur pascabanjir.
Selama hampir sepekan, Surahim membersihkan tokonya secara bertahap. Bantuan kebutuhan dasar seperti makanan telah ia terima dari pemerintah, perangkat desa, serta pihak terkait lainnya. Kini, meski sambil membersihkan sisa lumpur, ia mulai kembali melayani pembeli.
Surahim mengaku sempat berjualan di area depan pasar yang ramai pengunjung. Namun, ia memilih kembali ke tokonya agar pembersihan bisa terus dilakukan sembari tetap berjualan. Meski begitu, ia menilai pemulihan belum sepenuhnya tuntas karena masih ada parit di lorong-lorong pasar yang perlu dibersihkan.
Di tengah proses bangkit tersebut, Surahim berharap pemerintah daerah maupun pusat terus memberikan dukungan nyata, terutama terkait keringanan atau penghapusan utang modal yang membebani pedagang kecil pascabencana.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Azis, mengatakan pemerintah tidak hanya fokus pada pembersihan fisik pasar, tetapi juga menyiapkan langkah pemulihan ekonomi bagi pelaku UMKM terdampak.
Melalui Kementerian Koperasi dan UKM, pemerintah menyiapkan Klinik UMKM Bangkit yang akan memberikan pendampingan usaha, bantuan permodalan, serta program penghapusan utang bagi UMKM, sesuai dengan tingkat kerugian yang dialami.
Menurut Ibnu Azis, hingga 1 Januari 2026 progres pembersihan Pasar Kuala Simpang telah mencapai sekitar 90 persen. Jika cuaca mendukung, pembersihan ditargetkan rampung pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Upaya pemulihan pasar melibatkan lintas sektor, mulai dari dinas daerah, TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).
Pemerintah berharap pemulihan ini dapat mempercepat kembalinya aktivitas ekonomi dan menguatkan kembali daya tahan pedagang kecil di Aceh Tamiang.
Editor: Redaktur TVRINews
