
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Platform pendidikan teknologi Dicoding sukses menyelenggarakan program Asah 2025. Program pembelajaran intensif ini bertujuan mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja digital melalui penguasaan keterampilan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) serta penguatan soft skills yang esensial.
Penutupan program ditandai dengan seremoni kelulusan pada bulan Februari sebagai apresiasi bagi peserta yang telah menuntaskan pelatihan dan pendampingan selama enam bulan.
Bekerja sama dengan Accenture, program Asah menggabungkan pembelajaran mandiri di platform Dicoding dengan kelas live, sesi mentoring, dan studi kasus industri. Para peserta ditantang bekerja dalam tim untuk membangun solusi nyata guna mendapatkan pengalaman praktis yang relevan dengan ekonomi digital.
Sejauh ini, program tersebut telah melatih ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia. Menariknya, lebih dari 75% peserta berasal dari kota kecil dan menengah, yang menunjukkan dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan teknologi.
Salah satu potret keberhasilan program ini hadir melalui Alia Jennifer Kim Ritzky. Mahasiswi Sistem Informasi Universitas Gunadarma ini dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Asah 2025.
"Saya merasakan langsung manfaat program Asah saat menjalani magang sebagai IT Operations Intern di salah satu perusahaan logistik terbesar di Indonesia. Awalnya, saya merasa gugup saat berinteraksi dengan para senior leader. Namun, pelatihan soft skills di Asah membantu saya membangun kepercayaan diri dan membentuk pola pikir yang lebih positif," ujar Alia.
Dengan tingkat kelulusan mencapai 95%, Asah menjadi salah satu program tersukses Dicoding dalam enam tahun terakhir. Dicoding juga mengumumkan bahwa program ini akan kembali hadir dengan pendaftaran yang dibuka pada pertengahan tahun 2026 melalui situs resmi mereka.
Narenda Wicaksono dari Dicoding Indonesia, memberikan apresiasinya terhadap capaian ini.
"Program Asah membuktikan bahwa talenta digital unggul dapat lahir dari mana saja. Fakta bahwa sebagian besar peserta berasal dari kota kecil dan menengah menunjukkan bahwa ketika akses dan kesempatan didistribusikan secara merata, potensi luar biasa dapat berkembang. Kolaborasi Dicoding dengan Accenture membantu menjembatani kesenjangan keterampilan serta membangun talenta berkualitas tinggi yang dibutuhkan untuk transformasi digital Indonesia," kata Narenda.
Senada dengan hal tersebut, B. Budiono,dari AI and Data Accenture Indonesia menekankan pentingnya kesiapan profesional di era kecerdasan buatan.
"Melalui Program Asah, kami membekali mahasiswa tidak hanya dengan keterampilan teknologi mutakhir, termasuk AI, tetapi juga dengan pola pikir, ketangguhan, dan kesiapan profesional yang dibutuhkan untuk berkembang di era AI. Investasi pada talenta muda hari ini merupakan kunci bagi daya saing Indonesia di masa depan," pungkas Budiono.
Editor: Redaktur TVRINews
