
Menteri Perumahan dan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (tengah) (TVRINews/Krisafika Taraisya)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Pemerintah berencana memperluas program pembangunan hunian rakyat ke sejumlah kota besar di Indonesia, menyusul percepatan pembangunan rumah bagi warga bantaran rel di kawasan Senen, Jakarta.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan, selain fokus pada proyek hunian di Jakarta, pemerintah tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk mengembangkan program serupa di berbagai kota besar.
"Kita akan mendetailkan daftar aset-aset BUMN yang cocok untuk perumahan rakyat, supaya bisa melakukan langkah cepat di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Makassar, Semarang, Bandung, Tangerang, Depok, dan Bogor," ujar Maruarar dalam konferensi kepada wartawan termasuk tvrinews.com, di Kantor BP BUMN, Jakarta, Rabu, 1 April 2026.
Menurutnya, pemetaan aset tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan lanjutan tiga minggu ke depan, melibatkan Kementerian PKP, Badan Pengelola (BP) BUMN, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Kantor Staf Presiden (KSP).
Maruarar menekankan, pendekatan pembangunan hunian kini mengedepankan kecepatan dan kepastian hasil. Hal itu tercermin dari proyek hunian di kawasan Senen dan Tanah Abang yang ditargetkan rampung pada 15 Juni 2026.
Di sisi lain, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyatakan pihaknya tengah melakukan pemetaan terhadap seluruh aset BUMN, khususnya di kota-kota dengan kebutuhan perumahan tinggi.
"Aset-aset yang sebelumnya belum termanfaatkan akan kita maksimalkan agar bisa dinikmati masyarakat. Ini bagian dari upaya mendukung program pemerintah," kata Dony.
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menilai kolaborasi lintas sektor ini sebagai bentuk "government entrepreneurship", di mana pemerintah bergerak cepat dengan menggabungkan ide, sumber daya, dan jaringan.
Ia menyebut, dalam waktu kurang dari sepekan sejak arahan Presiden Prabowo Subianto, program tersebut sudah memiliki bentuk konkret, mulai dari ketersediaan lahan hingga skema pembangunan.
"Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan satu titik di Senen, tetapi juga banyak titik lain di kota-kota besar," ucap Qodari.
Editor: Redaktur TVRINews
