Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara dilaksanakan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Selasa, 1 Juli 2025 hari ini. Pada kesempatan tersebut, Polri memamerkan Robot Polisi atau Robi baik itu berupa humanoid atau pun berupa K9.
Direktur Utama PT Sari Teknologi, Yohanes Kurnia Widjaja, menjelaskan bahwa kehadiran robot-robot ini merupakan langkah awal menuju masa depan Polri yang lebih modern, presisi, dan berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Ini adalah tonggak perubahan. Kami ingin membentuk wadah besar tempat anak-anak bangsa yang hebat bisa berinovasi dan menciptakan teknologi AI dan robotik buatan negeri sendiri,” ujar Yohanes kepada awak media termasuk tvrinews.com di Monas pada Selasa
Menurut Yohanes, kehadiran robot humanoid dan robot K9 akan meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat, dengan pendekatan yang lebih humanis, cepat, dan presisi.
“Dengan dukungan AI, robot-robot ini akan menjadi tonggak pelayanan yang lebih maju. Mereka akan mendekatkan Polri dengan masyarakat, mempercepat respons, dan membantu dalam situasi kritis,” ungkapnya.
Selain itu, ia menjelaskan jika Robot humanoid dirancang menyerupai manusia, dengan kemampuan bergerak, mengambil barang, serta menjaga keseimbangan di medan yang tidak rata, seperti area Monas.
Dilengkapi dengan teknologi mutakhir seperti LiDAR, kamera 3D, dan Inertial Measurement Unit (IMU), robot ini mampu mengenali wajah (face recognition), menganalisis perilaku (behavior recognition), serta bergerak secara otonom sambil mengirimkan data ke command center.
“Robot ini bisa mengenali orang-orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan mengawasi lingkungan secara real-time,” jelas Yohanes.
Berbeda dengan robot humanoid, robot K9 berbentuk seperti anjing dan dirancang untuk menjalankan misi yang lebih ekstrem. Memiliki ketahanan hingga 8–12 jam, robot ini mampu menjelajah area sulit dijangkau, seperti lokasi bencana atau gedung tinggi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan jika Robot K9 ini dilengkapi dengan empat fungsi utama sepertinSniffing – mendeteksi narkoba dan zat-zat neuroaktif.
“Lalu, Deteksi bom, Pengenalan wajah dan perilaku mencurigakan, dan Identifikasi target dari daftar DPO menggunakan AI,” bebernya
“Dengan pemanfaatan machine learning dan deep learning, robot K9 di masa depan bahkan bisa berdiskusi dan merespons secara lebih cerdas,” ungkap Yohanes.
Dalam perayaan HUT ke-79!Bhayangkara ini, Polri menampilkan sekitar 10 robot humanoid, 14 robot K9, 5–6 unit robot tank yang dimiliki oleh satuan Gegana.
Yohanes menekankan bahwa saat ini pengembangan robot-robot ini masih dalam tahap riset dan edukasi.
Ia mengajak masyarakat untuk mendukung langkah inovatif Polri demi kemajuan teknologi bangsa.
“Ini bukan sekadar pameran, tapi langkah awal menuju Polri masa depan. Bayangkan jika data dan AI digabungkan secara maksimal kita akan memiliki sistem prediktif yang luar biasa untuk keamanan dan ketertiban masyarakat,” tutupnya.
Baca Juga: DLH DKI Jakarta Kerahkan 1.262 Petugas Jaga Kebersihan di HUT Bhayangkara ke-79
Editor: Redaktur TVRINews
