Penulis: Redaksi TVRINews
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi resmi guna menepis isu terkait pengurangan anggaran pendidikan nasional demi mendanai program prioritas lainnya. Dalam keterangannya, Seskab menegaskan bahwa alokasi dana pendidikan pada tahun 2026 justru mengalami peningkatan signifikan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia secara komprehensif.
Langkah ini sekaligus merespons narasi yang menyebutkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengancam ketersediaan dana infrastruktur sekolah dan kesejahteraan guru. Sebaliknya, pemerintah berkomitmen memperluas akses pendidikan melalui inisiasi "Sekolah Rakyat" yang menyasar anak putus sekolah dengan fasilitas asrama dan jaminan nutrisi.
Poin Strategis Transformasi Pendidikan 2025-2026:
-
Pembangunan Fisik: Alokasi Rp17 triliun untuk renovasi 16.000 sekolah di seluruh Indonesia.
-
Kesejahteraan Guru: Kenaikan tunjangan non-ASN menjadi Rp2 juta dan insentif guru honorer menjadi Rp400.000.
-
Reformasi Penyaluran: Perubahan skema distribusi tunjangan menjadi bulanan untuk stabilitas finansial pendidik.
-
Digitalisasi: Distribusi 280.000 perangkat TV digital guna memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan di daerah terpencil.
Penegasan ini menggarisbawahi keberpihakan negara terhadap siswa, guru, dan ketahanan infrastruktur pendidikan sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas.
Editor: Redaktur TVRINews
