Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK, Warsito mengungkapkan bahwa implementasi moderasi beragama adalah cara yang tepat untuk mencegah diskriminasi terhadap kelompok atau golongan yang berbeda dalam masyarakat, termasuk dalam aspek agama, ras, suku, dan atribut sosial-budaya lainnya.
“Beragamnya budaya serta agama yang ada di Indonesia merupakan anugerah yang harus terus dirawat dan dijaga bersama,” kata Warsito dalam keterangannya di Kemenko PMK, Jakarta pada hari Selasa, 26 September 2023.
Hal tersebut diungkapkan oleh Warsito, pada saat mewakili Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada kegiatan Seminar Penguatan Moderasi Beragama: Internalisasi nilai-nilai Moderasi Beragama dalam Pelaksanaan Tugas ASN sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat.
Seminar ini merupakan salah satu langkah yang diambil untuk menggalakkan dialog dan interaksi antar umat beragama di Indonesia.
“Seminar ini merupakan bentuk ikhtiar agar terwujud dialog dan interaksi antar umat beragama guna mengatasi perbedaan agama, suku dan budaya serta menciptakan ikatan yang kuat di antara masyarakat yang beragam, khususnya di kalangan ASN,” ujar Warsito.
ASN memiliki peran penting dalam memastikan terwujudnya tatanan sosial yang harmonis dan damai dalam masyarakat. Menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pelaksanaan tugas sehari-hari adalah salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut.
Kemudian, Warsito juga mengungkapkan tiga tantangan besar yang harus dihadapi bersama dalam masyarakat yang beragam. Pertama, berkembangnya praktik beragama yang berlebihan dan mengesampingkan martabat kemanusiaan. Kedua, klaim kebenaran subjektif dan pemaksaan tafsir agama yang berpotensi memicu konflik. Ketiga, semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai NKRI.
“Tantangan-tantangan itu tidak bisa dibiarkan karena dapat berpotensi memecah sesama anak bangsa serta mengancam keutuhan NKRI. Itu sebabnya implementasi moderasi beragama seperti ini perlu terus dilakukan,” ucap Warsito.
Seminar menghadirkan pembicara dari tokoh-tokoh penting dalam moderasi beragama yaitu, Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama kabinet kerja 2014-2019, Wisnu Bawa Tenaya Tokoh Agama Hindu, Franz Magnis Suseno Tokoh Agama Katolik dengan peserta para staf ahli menteri, pejabat tinggi madya, pejabat tinggi pratama serta pejabat funsional ahli madya di lingkungan Kemenko PMK dan kementerian lingkup koordinasi Kemenko PMK.
Baca Juga : Pamer Kekuatan, Korsel Parade Militer Besar Pertama dalam 1 Dekade
Editor: Redaktur TVRINews
