
Foto: Menpora Dito Ariotedjo (Dok. TVRINews.com/Christhoper Natanael Raja)
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menyampaikan komitmennya untuk meneruskan perjuangan almarhum Eddie Marzuki Nalapraya dalam mengangkat Pencak Silat ke panggung dunia.
Saat ini, pihaknya bersama Presiden RI Prabowo Subianto dalam upayanya mempertandingkan olahraga bela diri tradisional Indonesia ini ke Olimpiade.
"Insyaallah, semua pengorbanan almarhum akan kami teruskan. Sesuai arahan Bapak Presiden, bagaimana memperjuangkan Pencak Silat hingga ke kancah Olimpiade," ujar Dito, Selasa, 13 Mei 2025.
"Mimpi beliau sama dengan mimpi Bapak Presiden agar Pencak Silat bisa menembus dunia internasional. Itu yang sedang kami kerjakan. Insyaallah, semua harapan dan pesan-pesan terakhirnya akan kami amalkan," ucap Dito menambahkan.
Sebelumnya, Eddie Marzuki Nalapraya merupoakan tokoh besar di dunia Pencak Silat, wafat pada Selasa, 13 Mei 2025 pukul 9.50 WIB di RS Pondok Indah, Jakarta, dalam usia 93 tahun.
Almarhum merupakan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 1984–1987, dan memiliki jasa besar dalam membesarkan Pencak Silat sebagai warisan budaya asli Indonesia.
Jenazah almarhum rencananya akan disemayamkan di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
Pria kelahiran Jakarta, 6 Juni 1931 itu telah mencintai Pencak Silat sejak muda. Sebagai salah satu pejuang yang turut mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa Agresi Militer Belanda 1947, Eddie terinspirasi oleh kemampuan para pendekar silat dalam melawan penjajah. Ketertarikannya berlanjut hingga ia bersahabat dan menekuni dunia silat secara serius.
Eddie menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) selama lebih dari dua dekade, dari 1981 hingga 2003.
Di bawah kepemimpinannya, Pencak Silat diakui secara internasional dan berhasil masuk daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 12 Desember 2019 dalam sidang Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kolombia.
Pengakuan ini tak lepas dari peran Eddie sebagai pembina Tim Pencak Silat Road to UNESCO dan Olympic selama periode 2014–2019.
Pada 1980, ia mendirikan Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (Persilat), yang menghimpun organisasi-organisasi Pencak Silat dari berbagai negara, termasuk Persatuan Silat Singapura (Persisi), Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (Pesaka), dan perwakilan dari Brunei Darussalam. Ia terpilih sebagai Presiden Persilat pada tahun pertama pembentukannya.
Berkat kegigihannya, Pencak Silat pertama kali dipertandingkan di ajang SEA Games tahun 1987. Tak hanya itu, Eddie juga menggagas kejuaraan Pencak Silat di Eropa pada tahun 2008, dan kemudian dikenal sebagai 'Bapak Pencak Silat Eropa' di Swiss.
Warisan perjuangan Eddie Marzuki Nalapraya kini menjadi tonggak penting bagi generasi penerus, demi membawa Pencak Silat semakin dikenal di dunia internasional, hingga kelak menjadi bagian resmi dari Olimpiade.
Baca Juga: Presiden Prabowo Melayat Eddie Nalapraya di Rumah Duka
Editor: Redaksi TVRINews
