
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kondisi cadangan beras nasional dalam kondisi sangat baik. Hingga pertengahan Maret 2026, stok beras tercatat mencapai sekitar 4 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi 5 juta ton pada bulan depan.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026, Amran menyebut jumlah tersebut merupakan salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam jangka panjang.

“Stok beras hari ini mencapai 4 juta ton. Kemungkinan bulan depan sudah mencapai 5 juta ton. Ini tertinggi dan cukup untuk sekitar 324 hari ke depan,”ujar Amran dalam keterangan yang diterima melalui YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI, Jumat, 13 Maret 2026.
Meski demikian, ia mengungkapkan anggaran untuk program penyerapan beras pemerintah saat ini hanya tersisa untuk sekitar dua minggu ke depan. Namun menurutnya hal tersebut telah diantisipasi melalui skema pendanaan sementara.
“Anggarannya tinggal untuk dua minggu, tetapi ini sudah disepakati. Sifatnya hanya pinjaman sementara,”ucapnya.
Selain soal stok beras, Amran juga menyampaikan kinerja sektor pertanian menunjukkan tren positif. Nilai ekspor sektor pertanian dilaporkan meningkat 28 persen, sementara kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 5,74 persen, yang disebut sebagai capaian tertinggi dalam sekitar 25 tahun terakhir.
Ia juga menilai tingkat kesejahteraan petani mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah serta menurunkan harga pupuk hingga sekitar 20 persen.
“Kesejahteraan petani juga meningkat, ini tertinggi dalam sekitar 33 tahun. Salah satunya karena kebijakan HPP dinaikkan dan harga pupuk turun,”jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Amran memastikan sektor pangan nasional dalam kondisi aman menjelang periode hari besar keagamaan maupun ke depan.
“Semua aman di sektor pangan,”pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
