
Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani (TVRINews/HO-KemenP2MI)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) menegaskan kesiapannya menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pekerja migran Indonesia.
Penyaluran KUR tersebut ditargetkan mulai dapat diakses pada Maret 2026 mendatang. Hal itu disampaikan Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani usai rapat percepatan penyaluran KUR Pekerja Migran, pada Kamis, 15 Januari 2026.
Lebih lanjut, Christina mengatakan bahwa kesiapan ini seiring dengan telah dialihkannya kewenangan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) KUR Pekerja Migran dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke KemenP2MI.
"Dengan peralihan KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) ini, Kementerian P2MI sudah bisa langsung menjalankan program KUR penempatan pekerja migran," ujar Christina dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com di Jakarta, Jumat, 16 Januari 2026.
Kemudian Christina menjelaskan, saat ini terdapat 14 bank yang ditunjuk sebagai penyalur KUR Pekerja Migran dengan total plafon pembiayaan mencapai Rp331 miliar.
Untuk memastikan penyaluran berjalan optimal, KemenP2MI menargetkan penyelesaian perjanjian kerja sama dengan seluruh bank penyalur dalam waktu dua minggu ke depan.
Selain aspek teknis dan kerja sama perbankan, KemenP2MI juga menaruh perhatian besar pada upaya sosialisasi kepada masyarakat, khususnya calon pekerja migran.
Menurut Christina, pemahaman yang baik mengenai mekanisme dan prosedur akses KUR menjadi kunci keberhasilan program ini.
"Kami ingin memastikan masyarakat paham bagaimana mengakses KUR ini secara mudah dan tepat," ucapnya.
Sebagai langkah konkret, KemenP2MI akan menyiapkan panduan visual yang akan disebarluaskan melalui media sosial serta didukung oleh promosi dari bank-bank penyalur. Upaya ini diharapkan dapat menjangkau calon pekerja migran secara lebih luas dan efektif.
Christina menegaskan, KUR Pekerja Migran diharapkan mampu membantu calon pekerja migran Indonesia sejak tahap persiapan keberangkatan, sekaligus mendorong penempatan pekerja migran yang lebih aman, terencana, dan prosedural.
"Kami ingin KUR ini benar-benar efektif dan membantu pekerja migran Indonesia sejak tahap persiapan keberangkatan," tegasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
