
SBY Tegaskan Komitmen Perdamaian Lewat Lukisan “Stop War” dan “Peace with Nature”
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai perdamaian, meski memiliki latar belakang sebagai prajurit militer selama tiga dekade.
Hal ini disampaikan SBY dalam peluncuran video musik “Save Our World” yang digelar di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa malam, 1 Juli 2025.
“Meskipun saya seorang prajurit selama 30 tahun, but I love peace. Kalau bisa damai, mengapa harus perang?” ujar SBY di hadapan para tamu undangan.
Dalam acara tersebut, SBY juga menjelaskan dua lukisan karyanya yang menggambarkan dua tema kontras yakni perang dan perdamaian. Dua lukisan berukuran besar sekitar 1,5 x 3 meterbdiletakkan di sisi kiri dan kanan pintu masuk menuju lokasi acara.
Lukisan pertama berjudul “Stop War”, yang menurut SBY didedikasikan sepenuhnya untuk misi kemanusiaan.
“Pesannya sangat jelas, hentikan perang, terutama yang menyebabkan penderitaan manusia secara ekstrem dan menewaskan orang-orang yang tidak bersalah. So, stop war,” kata SBY.
SBY menegaskan, meskipun ia tumbuh sebagai anggota militer, keyakinannya terhadap pentingnya menjaga perdamaian semakin kuat. Baginya, perang hanya akan membawa kehancuran dan kesedihan, sementara perdamaian membuka ruang untuk kemajuan dan kemanusiaan.
Lukisan kedua yang berada di sisi kanan, kata SBY, belum sepenuhnya rampung karena keterbatasan waktu. Namun, tema lukisan itu menggambarkan ajakan untuk “peace with nature” atau berdamai dengan alam.
“Setelah perang dihentikan, kita harus pulihkan perdamaian. Dan yang tidak kalah penting adalah berdamai dengan alam, ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa. Pesan moralnya, kita harus memilih: dunia penuh kekerasan atau masa depan yang damai untuk anak cucu kita,” jelas SBY.
Lebih lanjut, SBY juga menyebut bahwa karyanya terinspirasi dari tokoh-tokoh besar dunia seperti Albert Einstein dan Edmund Burke, yang juga menyerukan pentingnya kemanusiaan, perdamaian, dan nilai-nilai moral dalam kehidupan manusia.
Baca Juga: Usai Syukuran, Presiden Prabowo Gelar Ratas Bahas Kiprah Danantara Indonesia
Editor: Redaksi TVRINews
