
(TVRINews/HO-Kemenag)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Wukuf di Arafah merupakan momen paling sakral dalam pelaksanaan ibadah haji. Di sinilah jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia bermunajat dan memperbanyak doa kepada Allah SWT.
Namun, khusus bagi jemaah perempuan, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar ibadah tetap sah dan berjalan nyaman.
Musytasyar Dini Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Badriyah Fayumi, menyampaikan bahwa haji adalah bentuk jihad bagi perempuan.
Menurutnya, para perempuan yang berhaji telah menunjukkan pengorbanan besar dalam memenuhi panggilan Ilahi.
“Perempuan meninggalkan keluarganya, rutinitas hariannya, serta menempuh perjalanan jauh demi menunaikan ibadah ini. Maka penting bagi mereka untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ucapnya.
Baca Juga: Program MBG di Lamongan Meluas Hingga Lembaga Pendidikan di Desa
Berikut lima pesan penting yang disampaikan Badriyah untuk jemaah perempuan menjelang wukuf:
1. Haid Bukan Halangan untuk Wukuf
Perempuan yang sedang haid tetap sah melaksanakan wukuf di Arafah. Satu-satunya ibadah yang tertunda hanyalah tawaf, dan itu bisa dilakukan setelah suci. Jika haid datang sebelum menyelesaikan umrah, jemaah dapat mengubah niat haji dari tamattu’ menjadi qiran, sehingga tetap bisa mengikuti wukuf tanpa tergesa.
2. Gunakan Pembalut atau Pampers untuk Antisipasi
Selama wukuf, antrean toilet bisa sangat panjang. Untuk menjaga kesucian pakaian ihram dan menghindari ketidaknyamanan, Badriyah menyarankan penggunaan pembalut atau pampers sebagai langkah antisipasi.
3. Masker Boleh Dipakai, Aurat Tetap Dijaga
Walau dalam kondisi ihram perempuan tidak diperkenankan menutup wajah dan telapak tangan, penggunaan masker diperbolehkan dalam situasi tertentu seperti cuaca ekstrem atau risiko penyakit.
Jika ingin berhati-hati secara fikih, fidyah bisa dibayar dengan puasa atau sedekah. Aurat juga tetap sebaiknya dijaga, meski membuka jilbab di hadapan sesama perempuan tidak menjadi pelanggaran.
4. Hemat Energi, Perbanyak Ibadah Ringan
Menuju masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), aktivitas fisik akan semakin padat. Oleh karena itu, jemaah perempuan dianjurkan menghemat tenaga dan menggantinya dengan ibadah ringan namun berpahala besar, seperti zikir, tadarus, dan sedekah.
5. Hindari Perdebatan, Perkuat Keikhlasan
Perbedaan pendapat dalam masalah fikih kerap memicu perdebatan di antara jemaah. Badriyah mengingatkan agar para jemaah tidak terjebak dalam hal-hal yang tidak perlu.
“Pilih pendapat yang paling menenangkan hati, dan fokuslah pada niat serta keikhlasan,” pesannya.
Menutup arahannya, Badriyah mengajak para jemaah perempuan untuk menjadikan wukuf sebagai titik balik spiritual dalam hidup.
“Setiap langkah menuju Jamarat adalah langkah menuju Allah. Setiap ketidaknyamanan dalam ihram adalah tanda cinta kita kepada-Nya. Semoga semua pengorbanan ini membawa kita pada haji yang mabrur,” tutupnya.
Editor: Redaktur TVRINews
