
Penulis: Octavian Dwi
TVRINews, Klaten
Kasus suspek campak di Jawa Tengah hingga 7 April 2026 tercatat mencapai 2.188 kasus. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merespons kondisi tersebut dengan menggencarkan imunisasi massal dan deteksi dini di sejumlah kabupaten/kota.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan penanganan campak menjadi prioritas bersama pemerintah daerah.
"Kita di Klaten ini untuk mengecek vaksin campak yang sekarang menjadi atensi di Jawa Tengah. Beberapa kabupaten/kota sudah kita lakukan deteksi dini,” kata Luthfi saat meninjau imunisasi campak di Puskesmas Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, dalam rilis yang diterima tvrinews.com, Jumat, 10 April 2026.
Ia menambahkan, upaya imunisasi dilakukan secara serentak bersama dinas kesehatan kabupaten/kota guna mencegah penyebaran yang lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak serta mewaspadai gejala campak. Masyarakat diminta segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti ruam merah dan demam.
"Pencegahan harus masif dan harus punya pola hidup sehat dan makanan yang bergizi," jelasnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, kasus suspek campak tersebar di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Kudus sebanyak 501 kasus, Brebes 202 kasus, Cilacap 119 kasus, Pati 72 kasus, dan Klaten 54 kasus.
Dari total tersebut, sebanyak 144 kasus telah terkonfirmasi positif campak melalui pemeriksaan laboratorium dan 18 kasus positif rubella. Kasus campak tertinggi ditemukan di Kabupaten Cilacap sebanyak 21 kasus, disusul Banyumas dan Pati masing-masing 20 kasus, serta Klaten 6 kasus campak dan 1 kasus rubella.
Untuk mempercepat cakupan imunisasi, Pemprov Jateng akan mengintegrasikan program tersebut dengan layanan dokter spesialis keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau hingga tingkat desa.
"Campak ini menjadi prioritas utama, termasuk penyakit lain seperti tuberkulosis (TBC) yang juga masuk prioritas nasional. Harapannya masyarakat sehat," paparnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Heri Purnomo, mengatakan kasus suspek campak mayoritas ditemukan pada anak-anak, meski orang dewasa dengan imunitas rendah juga berisiko terpapar.
"Pencegahan paling penting imunisasi, terus kalau sakit pakai masker, isolasi, dan jaga jarak. Juga pola hidup sehat dan makanan yang meningkatkan imunitas," ujarnya.
Salah satu warga, Kiki Kumala, menyambut baik pelaksanaan imunisasi massal tersebut. Ia mengatakan imunisasi sangat penting bagi kesehatan anaknya yang kini berusia hampir empat bulan.
"Kita cuma bisa mendukung dan membantu program pemerintah yang ada, apalagi ini gratis atau tidak berbayar. Semoga ke depan lebih baik dalam mendukung kesehatan anak," katanya usai mengantar anaknya untuk imunisasi.
Editor: Redaksi TVRINews
