
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar (TVRINews/HO-Kemenko PM)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Pemerintah berencana memperluas pemberian beasiswa bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berminat bekerja di luar negeri. Kebijakan ini diinisiasi oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan tenaga kerja muda Indonesia.
Muhaimin menjelaskan, program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memperluas akses beasiswa bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan vokasi.
Hal ini disampaikan usai rapat bersama Menteri P2MI Mukhtarudin di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Jumat, 24 Oktober 2025.
"Terutama beasiswa yang bisa langsung bekerja yaitu vokasi. Beasiswa vokasi ini dibuka peluangnya untuk SMK-SMK yang mau bekerja di luar negeri dan pasarnya jelas," jelas Muhaimin dalam siaran pers yang diterima TVRINews, Jumat, 24 Oktober 2025.
Menurutnya, perluasan beasiswa ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, tetapi juga mempercepat penyerapan tenaga kerja Indonesia di pasar global.
"Jadi yang sudah pasti pasarnya ada, pemerintah tidak segan-segan akan mencarikan beasiswa, terutama yang pasarnya jelas," tegasnya.
Kemudian, Muhaimin juga menambahkan bahwa program tersebut akan disinergikan dengan skema beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ke depan, LPDP akan dikembangkan untuk mencakup beasiswa vokasi, baik di dalam maupun luar negeri.
"Begitu juga nanti LPDP akan dikembangkan jangka menengah panjangnya. Kita akan mendorong pemberdayaan, menambahkan salah satu beasiswa khusus vokasi. Terutama vokasi di luar negeri dan juga di dalam negeri," ucapnya.
Editor: Redaktur TVRINews
