TVRINews, Jakarta
Di tengah dominasi pengembang besar dunia, talenta muda Indonesia mulai unjuk gigi di industri gim global. Salah satunya adalah Adelia Misha, siswi SMP asal Malang yang baru berusia 13 tahun, namun telah menciptakan tiga gim buatan sendiri.
Misha hadir di ajang Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025 di The Stones Hotel, Bali, untuk memperkenalkan karya terbarunya berjudul Mocchi Mitten Bubble Revenge. Ia menempuh perjalanan darat dari Malang ke Bali hanya untuk bisa menampilkan karyanya di hadapan pengembang dan investor internasional.
Kisah Misha menjadi sorotan tersendiri di tengah acara tahunan yang mempertemukan ratusan pengembang lokal dengan penerbit, investor, dan media global tersebut. Ia dianggap mewakili generasi baru yang membawa semangat dan kreativitas segar ke industri gim nasional.
"Gim kini bukan hanya hiburan, tapi menjadi jembatan yang menghubungkan karya anak muda Indonesia ke pasar global," ujar menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya dalam keterangan tertulis, dikutip dari laman Kemenkomdigi, Minggu, 12 Oktober 2025.
Meutya menilai, generasi muda seperti Misha adalah kekuatan utama dalam mendorong Indonesia menjadi pusat industri kreatif digital di Asia Tenggara.
"Gen Z adalah faktor penting untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai pusat industri kreatif digital ASEAN. Kita punya talenta, teknologi, dan semangat untuk menghasilkan karya berkelas dunia," tambahnya.
Sementara itu, Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Husein, menyebutkan bahwa kualitas gim lokal kini telah mampu bersaing dengan pasar global, bahkan di level pelajar.
"Tiga gim Indonesia baru saja meraih penghargaan di Kuala Lumpur. Ini bukti bahwa dari sisi kualitas, kita sudah sangat siap. Tinggal perlu dukungan berkelanjutan dari semua pihak," ungkap Shafiq.
AGI pun berkomitmen untuk terus mendukung pengembang muda seperti Misha melalui berbagai pelatihan, kolaborasi, dan kerja sama dengan pemerintah.
"Kami ingin menjadi jembatan antara talenta muda dan industri agar mereka bisa berkembang dan berdaya saing secara global," ucap Shafiq.










