Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews-Bener Meriah, Aceh
Pengerjaan jembatan darurat dipercepat guna menjamin kelancaran logistik dan mobilitas warga.
Percepatan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh menunjukkan kemajuan signifikan. Pemasangan jembatan bailey kini dilakukan secara serentak di berbagai titik strategis guna menyambung kembali akses transportasi yang terputus sejak akhir November 2025 lalu.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa 27 Januari 2026 , mobilisasi material telah tuntas di sejumlah lokasi kunci. Di Jalan Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, petugas teknis tengah melakukan sinkronisasi rangka jembatan guna memastikan presisi tumpuan pada kedua sisi tebing.
Langkah serupa terlihat di Uning Baro, Kecamatan Gajah Putih, di mana tim ahli fokus pada penyetelan struktur guna menjamin keamanan beban kendaraan.
Laporan terkini menunjukkan bahwa hingga Sabtu 24 januari 2026 , sebanyak 18 jembatan bailey telah rampung 100 persen dan sudah mulai digunakan oleh masyarakat. Secara keseluruhan, terdapat 54 titik di Aceh yang memerlukan konektivitas darurat ini.
Dari jumlah tersebut, enam jembatan mencatatkan progres di atas 50 persen, sementara 30 titik lainnya masih dalam tahap persiapan teknis.
Sinergi Pemulihan di Berbagai Wilayah
Upaya pemulihan tidak hanya terpusat di Bener Meriah. Di wilayah pesisir, tepatnya di kawasan Wisata Laut Jangka, Kabupaten Bireuen, alat berat dikerahkan untuk melakukan pengerasan akses jalan menuju jembatan.
Sementara itu, di Matang Serdang, Aceh Utara, optimalisasi material lokal dilakukan oleh personel di lapangan guna memperkuat struktur pendukung jalan.
Konektivitas di sektor energi dan perkebunan juga menjadi prioritas. Di PLTA Angkup, Aceh Tengah, pembangunan jembatan dilaporkan hampir rampung.
Petugas gabungan dari unsur TNI kini tengah menyelesaikan pemasangan papan lantai dan pengunci struktur guna menciptakan permukaan jalan yang kokoh bagi kendaraan berat.
"Petugas terus melakukan penguatan pada fondasi atau abutment untuk menopang beban jembatan secara optimal," tulis laporan teknis pengerjaan di Desa Bener Pepanyi, Kecamatan Permata.
Di lokasi tersebut, tahap pengerjaan telah memasuki pemasangan gelagar melintang (transverse beams) dan balok lantai (stringers).
Penggunaan alat berat membantu mempercepat perakitan rangka yang kompleks, memastikan jalur distribusi utama Aceh kembali normal dalam waktu dekat.
Dengan tuntasnya jembatan-jembatan ini, diharapkan urat nadi perekonomian masyarakat Aceh yang sempat terhambat akibat bencana dapat segera pulih sepenuhnya.
Editor: Redaktur TVRINews
