
Foto : kemenpar RI
Penulis: Fityan
TVRINews - Magelang
Prosesi Waisak di Candi Borobudur sejak 1929 terus menjadi simbol toleransi dan warisan spiritual nusantara.
Ribuan umat Buddha dari berbagai penjuru Indonesia dan mancanegara kembali memadati Candi Borobudur pada Senin, 12 Mei 2025, untuk merayakan Hari Raya Waisak Nasional 2569 BE. Perayaan ini tak sekadar seremoni keagamaan, melainkan peristiwa budaya dan spiritual yang telah berakar sejak 1929.
Waisak Borobudur tahun ini berlangsung khidmat sekaligus meriah. Dimulai dari pengambilan Api Dharma dari Mrapen, Grobogan, dan Air Suci dari Umbul Jumprit di Temanggung, prosesi sakral berlanjut ke Candi Mendut sebelum mencapai puncaknya di Borobudur. Detik-detik Waisak yang hanya dirayakan secara presisi di Indonesia jatuh pada pukul 10.51 WIB.
Tak hanya umat lokal, puluhan biksu dari berbagai negara Asia Tenggara turut hadir. Beberapa bahkan menempuh perjalanan spiritual sejauh 2.500 kilometer dengan berjalan kaki dari Bangkok dalam tradisi Thudong, membawa pesan damai dan keteguhan batin.
Momentum ini juga diramaikan ritual San Bu Yi Bai, di mana para peserta melangkah tiga kali lalu bersujud sebagai penghormatan kepada Buddha, Dharma, dan Sangha. Puncaknya, ribuan lampion doa diterbangkan ke langit malam — menjadi simbol harapan yang menyala dalam kesunyian Borobudur.
Waisak Borobudur tak hanya tentang ritual. Ia adalah panggung harmoni, saksi sejarah panjang pluralisme, serta undangan terbuka bagi siapa pun yang ingin menyentuh damai dalam keheningan. Sejak ditetapkan sebagai hari libur nasional tahun 1983, perayaan ini terus menguatkan nilai kebhinekaan Indonesia.
Jika tahun ini Anda melewatkannya, tahun depan adalah peluang baru untuk menyaksikan langsung sakralnya Waisak di jantung spiritual Nusantara.
Editor : Redaksi TVRINews
Baca Juga: KAI Salurkan Rp8,1 Miliar untuk Program Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
Editor: Redaksi TVRINews
